Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dai dan Imam NU Dikirim ke Universitas Al Azhar Mesir

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 13 Mei 2019 13:00
Dai dan Imam NU Dikirim ke Universitas Al Azhar Mesir
Daurah atau pelatihan ini dijalani untuk meningkatkan kualitas dai dan imam dalam menyebarkan Islam moderat.

Dream - Sebanyak 12 dai dan imam di bawah naungan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diutus menjalani daurah di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Tenaga pendakwah NU bersama dai dan imam dari seluruh dunia akan menambah pengetahuan dan kemampuan di bidang dakwah sebagaimana amanah Alquran dan Rasulullah SAW untuk menyebarkan Islam moderat.

Wakil Ketua LDNU, KH Muhammad Nur Hayid, mengatakan, program daurah ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara PBNU dengan kampus Al Azhar. Pria muda yang akrab disapa Gus Hayid ini juga menjadi ketua rombongan program daurah dai pertama tersebut.

" Tujuannya agar konsep dakwah wasathiyah (moderat) yang rahmatan lil 'alamin bisa terus disinergikan menghadapi pola dakwah yang ngawur dan radikal," ujar Gus Hayid, dikutip dari NU Online, Senin 13 Mei 2019.

Gus Hayid menjelaskan program dimulai awal Mei hingga akhir Juni ini menjadi program unggulan PBNU dan LDNU. Program ini untuk menguatkan dakwah menyebarkan Islam yang damai penuh rahmat.

1 dari 1 halaman

Dakwah Kontekstual

Para peserta terdiri dari dai dan imam yang sudah berpengalaman dalam membina umat melalui pesantren maupun majelis taklim.

Para peserta harus bisa berbahasa Arab aktif dan memiliki beberapa penguasaan seperti imla (metode pembelajaran bahasa Arab), hafal ayat Alquran dan hadis yang berkaitan dengan dakwah.

Gus Hayid berharap program ini dapat meningkatkan kemampuan para dai dan imam. Selepas program ini, para peserta melanjutkan dakwah secara lebih aktual dan kontekstual dengan kondisi umat.

Ketua PBNU, KH Abdul Manan, menyatakan daurah dai merupakan program penguatan dakwah Aswaja An Nahdiyah. Dakwah yang menekankan Islam Rahmatan lil 'Alamin.

" Belakangan ini banyak yang mengaku paling Islami dan membid'ahkan bahkan mengafirkan orang lain serta mengajak kembali kepada Alquran dan sunah, tapi praktiknya justru jauh dari akhlal Rasulullah dan bahkan bertentangan dengan ajara Quran dan Sunah," kata Kiai Abdul Manan.

Selanjutnya, Kiai Abdul Manan berpesan para peserta sekembalinya ke Tanah Air harus proaktif mendampingi dan membimbing umat. Terutama soal akidah untuk mencegah pengaruh dari ajaran yang menyesatkan dan memecah belah umat.

Sumber: NU Online

Beri Komentar