Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Dai Dan Imam LDNU Menjalani Daurah Di Universitas Al Azhar Mesir (NU Online)
Dream - Sebanyak 12 dai dan imam di bawah naungan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diutus menjalani daurah di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Tenaga pendakwah NU bersama dai dan imam dari seluruh dunia akan menambah pengetahuan dan kemampuan di bidang dakwah sebagaimana amanah Alquran dan Rasulullah SAW untuk menyebarkan Islam moderat.
Wakil Ketua LDNU, KH Muhammad Nur Hayid, mengatakan, program daurah ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara PBNU dengan kampus Al Azhar. Pria muda yang akrab disapa Gus Hayid ini juga menjadi ketua rombongan program daurah dai pertama tersebut.
" Tujuannya agar konsep dakwah wasathiyah (moderat) yang rahmatan lil 'alamin bisa terus disinergikan menghadapi pola dakwah yang ngawur dan radikal," ujar Gus Hayid, dikutip dari NU Online, Senin 13 Mei 2019.
Gus Hayid menjelaskan program dimulai awal Mei hingga akhir Juni ini menjadi program unggulan PBNU dan LDNU. Program ini untuk menguatkan dakwah menyebarkan Islam yang damai penuh rahmat.
Para peserta terdiri dari dai dan imam yang sudah berpengalaman dalam membina umat melalui pesantren maupun majelis taklim.
Para peserta harus bisa berbahasa Arab aktif dan memiliki beberapa penguasaan seperti imla (metode pembelajaran bahasa Arab), hafal ayat Alquran dan hadis yang berkaitan dengan dakwah.
Gus Hayid berharap program ini dapat meningkatkan kemampuan para dai dan imam. Selepas program ini, para peserta melanjutkan dakwah secara lebih aktual dan kontekstual dengan kondisi umat.
Ketua PBNU, KH Abdul Manan, menyatakan daurah dai merupakan program penguatan dakwah Aswaja An Nahdiyah. Dakwah yang menekankan Islam Rahmatan lil 'Alamin.
" Belakangan ini banyak yang mengaku paling Islami dan membid'ahkan bahkan mengafirkan orang lain serta mengajak kembali kepada Alquran dan sunah, tapi praktiknya justru jauh dari akhlal Rasulullah dan bahkan bertentangan dengan ajara Quran dan Sunah," kata Kiai Abdul Manan.
Selanjutnya, Kiai Abdul Manan berpesan para peserta sekembalinya ke Tanah Air harus proaktif mendampingi dan membimbing umat. Terutama soal akidah untuk mencegah pengaruh dari ajaran yang menyesatkan dan memecah belah umat.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya