Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Sebagai Presiden, Joko Widodo tentu tidak lepas dari kritik. Kebijakan yang dibuat Pemerintah memang tidak bisa memuaskan semua pihak.
Selain kritikan, Jokowi juga sering mendapat julukan-julukan miring dari para pengkritiknya. Julukan itu muncul akibat ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahannya.
Berbagai julukan itu juga diketahui oleh Jokowi yang tidak menganggapnya sebagai hal serius. Dia memandang kritikan dari masyarakat sebagai hal biasa karena Indonesia yang memegang prinsip sebagai negara demokrasi.
" Itu kan sudah sejak lama ya, dulu ada yang bilang saya ini klemar-klemer, ada yang bilang juga saya itu plonga-plongo, kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter," ujar Jokowi dalam pernyataannya yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Terbaru, Jokowi mendapat julukan 'The King of Lip Service' dari BEM UI. Jokowi menganggapnya sebagai bentuk pembelajaran mahasiswa dalam mengungkapkan ekspresi.
Julukan miring memang sudah lama didapatkan Jokowi. Setidaknya ada beberapa julukan muncul sejak awal dia menjabat sebagai Presiden.
Julukan 'Presiden Ndeso' didapat Jokowi setelah beberapa saat dia terpilih sebagai Presiden pada 2014 lalu. Julukan ini dilontarkan pengkritik lantaran menilai sosok Jokowi yang kurang berwibawa sehingga tidak cocok menjadi presiden.
Jokowi memang dikenal memiliki perawakan yang sederhana. Penampilannya tidak pernah mencolok.
Tetapi, hal itu justru menjadi senjata bagi kelompok oposan untuk mengkritik Jokowi.
Julukan ini muncul akibat ketidakpuasan atas sikap Jokowi. Para pengkritik saat itu menilai Jokowi lambat dalam mengambil keputusan.
Kala itu, Jokowi juga dinilai tidak bisa tegas dalam menegakkan aturan. Khususnya terkait aturan ormas.
Julukan ini muncul ketika Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas. Banyak yang menilai Perppu tersebut membatasi ruang gerak ormas.
Perppu tersebut mengatur sejumlah ketentuan terkait ormas. Terutama soal asas dan transparansi sumber dana.
Atas terbitnya Perppu tersebut, Jokowi mendapat julukan sebagai diktator dan otoriter.
Jokowi juga pernah dijuluki sebagai Presiden Boneka. Ini lantaran Jokowi dituding menjalankan kekuasaan atas pengaruh dari sejumlah pihak.
Kebijakan Jokowi dinilai hanya menguntungkan kepentingan kelompok tertentu. Ditambah lagi, Jokowi tercatat sebagai anggota aktif PDIP ketika menjabat sebagai Presiden.
Belum lagi di internal pemerintahan, kebijakan Jokowi dituding dipengaruhi sejumlah orang. Itulah yang menjadi dasar munculnya julukan ini.
Bapak Bipang disematkan kepada Jokowi lantaran dia pernah mempromosikan Bipang sebagai kuliner lokal yang pas untuk hantaran. Momen itu dianggap tidak tepat lantaran dilakukan jelang Lebaran 2021 untuk mengimbau masyarakat agar tidak mudik.
Bipang merupakan singkatan dari Babi Panggang. Makanan ini dinilai tidak tepat dipromosikan saat jelang Lebaran karena bertentangan dengan ajaran Islam yang mengharamkan makan babi.
Video tersebut mengundang reaksi dari banyak pihak. Sampai ada yang mengatakan tim perumus pidato Jokowi tidak cermat.
Julukan ini dilontarkan BEM UI melalui poster yang diunggah di akun Twitter mereka, @BEMUI_official. Mereka menilai Jokowi hanya pandai berucap namun bertolak belakang dengan fakta yang terjadi.
Semisal, menyebut UU ITE meresahkan karena ada pasal karet. Tetapi, malah muncul ketentuan yang membuat UU ITE yang dianggap lebih represif.
Selain itu, mengaku kangen didemo. Tetapi ketika mahasiswa menggelar demo, Jokowi malah tidak ada di tempat.
(Dari berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya