Evakuasi KMP Yunicee (Liputan6.com)
Dream - Insiden kecelakaan kapal laut kembali terjadi. Kali ini terjadi pada kapal pengangkut KMP Yunicee.
KMP Yunicee dilaporkan tenggelam di Perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa, 29 Juni 2021 malam. Kapal tersebut membawa sekitar 57 penumpang.
Kepala Basarnas Bali, Gede Darmada, mengatakan terdapat 7 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara belasan masih dalam pencarian.
" Data yang diperoleh hingga pagi ini pukul 09.00 WITA, telah terevakuasi selamat 39 orang, meninggal dunia 7 orang, dan masih dalam pencarian 11 orang," ujar Darma
Darma mengatakan, pihaknya menerima laporan tenggelamnya KMP Yunicee sekitar pukul 19.12 WITA. Kapal itu terdorong arus sampai miring dan terbalik.
Dari keterangan para saksi, kapal tersebut lepas sandar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, sekitar pukul 19.06 WITA. Kapal tersebut bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Ketika mendekati pelabuhan, kapal terbawa arus ke selatan. Posisi kapal miring dan langsung tenggelam.
" Tim terdekat yang kami kerahkan dari Pos SAR Jembrana dan Pos SAR Buleleng, selanjutnya menyusul personel dari Kantor Basarnas Bali dan juga tim SAR dari Basarnas Surabaya melalui jalur laut," kata Darma.
Darma mengatakan KMP Yunicee mengangkut 57 penumpang. Tujuh orang meninggal dunia.
" Terkonfirmasi 7 orang yakni 5 perempuan dan 2 orang laki-laki," kata dia.
Seluruh korban telah dilarikan ke Puskesmas Gilimanuk. Baik selamat maupun meninggal.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak

Kulit Kering dan Gatal atau Eksim? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Pelembap

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya