Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan terhadap program Bela Negara Kementerian Pertahanan. Menurut Ketua Watim MUI Din Syamsuddin program Bela Negara yang dicanangkan perlu didukung mengingat adanya ancaman terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
" Para ulama, cendekiawan Muslim, mendukung dan mendorong program bela negara. Sebab, ada tantangan dan ancaman terhadap eksistensi negara," ujar Din di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis, 26 November 2015.
Meski begitu, Din meminta pelaksanaan program tersebut tidak hanya pada aspek fisik semata. Program tersebut juga perlu menyusur pada aspek penguatan mental dan kesadaran berbangsa.
" Semoga program ini tidak hanya secara fisik tetapi mental dan rohaniah, yaitu penguatan kesadaran, komitmen berbangsa," jelas dia.
Selain karena ancaman terhadap eksistensi negara, menurut Din ada problem penting yang tidak disadari bangsa ini. Masalah itu berupa mulai ditinggalkanya nilai-nilai bangsa yang religius.
" Kebudayaan Indonesia yang dulu benuansa religius kini mulai bergeser jauh. Begitu juga dengan ketidakadilan dalam penguasaan aset-aset negara oleh oknum dan kelompok tertentu, baik dari ekonomi, politik, dan sektor lainnya," ungkap Din.
Untuk itu dia mengharapkan peran serta umat Muslim dalam mendukung program bela negara. Bahkan, umat Muslim harus menjadi aktor terdepan dalam gerakan ini.
" Umat Islam harus tampil di depan. Tetapi, negara jangan mengenyampingkan peran dan posisi masyarakat ini," pungkas dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya