ISIS Incar Indonesia, Ini Kata Pelaku Bom Bali

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 26 November 2015 12:21
ISIS Incar Indonesia, Ini Kata Pelaku Bom Bali
Adanya kelompok-kelompok pendukung ISIS di Tangerang Selatan.

Dream - Ali Imron, pelaku bom Bali 1 menyoroti aksi brutal kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang baru saja melakukan teror di Paris, Perancis. ISIS mengincar Indonesia.

Menurutnya apa yang dilakukan ISIS saat ini bukan tindakan jihad yang sesungguhnya.

" Tidak melakukan cara-cara dengan pengeboman. Jihad adalah perang bukan membunuh atau membantai," kata Ali Imron dalam sebuah diskusi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 25 November 2015.

Ia menegaskan, pemahaman yang ada saat ini sudah sangat berbeda dengan yang sebelumnya dia perjuangkan di kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Bahkan, ISIS kini mengincar kelompoknya itu.

" Contoh, kami sampai keluar ke Afganistan tahun 1985 sampai akhir 1994, meskipun kami keluar dari rezim Suharto, kami belum pernah mengkafirkan Suharto atau orang yang duduk di pemerintahan. Bahkan, tidak pernah bilang kafir ke mereka," ujarnya.

Seandainya memang mempunya pemikiran seperti itu, maka dari dulu orang-orang yang duduk di pemerintahan sudah dihabisi.

Bagi adik terpidana mati Amrozi ini, JI dan ISIS memiliki pemahaman dan ideologi yang berbeda. Kata dia, orang-orang Jamaah Islamiyah bercita-cita mendirikan negara berdasarkan Islam, tapi dengan cara-cara baik.

" Tidak baik jika melakukan cara-cara dengan pengeboman, dan saya sadar jihad saya salah begitu Amrozi ditangkap" .

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, ISIS adalah jaringan internasional dan pastinya 'sel-nya' ada di Indonesia seperti kelompok Santoso.

" Perlu dilakukan kerjasama internasional mulai dari soft radikalisasi. Selain itu, penyelesaian politik untuk di Suriah juga harus segera diselesaikan. Jika gagal menyelesaikan konflik di sana, maka secara otomatis akan muncul kelompok-kelompok radikal," kata Tito.

Jenderal bintang dua ini mengakui adanya kelompok-kelompok pendukung ISIS di wilayah hukum Polda Metro Jaya. " Saya tidak menutupi memang ada seperti di daerah Tangerang Selatan dan Pamulang," ujarnya.  (Ism) 

1 dari 5 halaman

Hacker Beberkan Rencana ISIS Serang Indonesia

Dream - Kelompok afiliasi peretas, Anonymous, OpParisIntel, baru-baru ini menemukan rencana penyerangan ISIS ke Indonesia. Dalam rencana itu, terungkap ISIS juga akan menyerang beberapa negara lain, yaitu Prancis, Amerika Serikat, Italia, dan Lebanon.

Penyerangan itu kabarnya akan dimulai pada hari ini, Minggu, 22 November 2015. Pada serangannya ke Indonesia, ISIS berencana menyerang komunitas Al-Jihad dan One Day One Juz.

Menurut sebuah komunitas di Reddit, Al-Jihad adalah sebuah masjid di Karawang, Jawa Barat. Sedangkan, One Day One Juz adalah komunitas pengajian online yang menyemangati anggotanya untuk membaca Quran.

Dilansir dari IBTimes, selain Indonesia, lokasi lain yang menjadi target serangan ISIS adalah acara konser di Italia, perayaan Kristus Raja di gereja-gereja Katolik seluruh dunia yang tahun ini jatuh pada 22 November.

Sementara di Lebanon, ISIS berencana menyerang Universitas Pastoral. Dan di Amerika Serikat mereka menargetkan sebuah acara olahraga gulat di Atlanta.

" Tujuan kami beberkan rencana ISIS agar semua orang bersiap dan siaga, agar mereka membatalkan rencana," tulis peretas Anonymous.

Anonymous dan kelompok siber yang dimiliki ISIS telah melakukan perang dunia maya semenjak kelompok teroris tersebut menyerang Paris pada 13 November 2015 lalu. Grup peretas mengatakan mereka telah berhasil membekukan 5.000 akun Twitter milik ISIS.

Semenjak insiden majalah Charlie Hebdo pada Januari 2015 'perang' serupa juga berlangsung. Anonymous mengklaim berhasil menutup 149 website, 101.000 akun Twitter dan mengapus 5.900 video propaganda milik ISIS.

2 dari 5 halaman

Dari Jarak 1.000 Meter, Sniper Tembak Mati Algojo ISIS

Dream - Seorang sniper atau penembak jitu Inggris berhasil menyelamatkan seorang pria dan anaknya yang berusia delapan tahun dari tangan algojo ISIS. Sniper tersebut menembak mati algojo itu saat dia  hendak mengeksekusi ayah-anak tersebut.

Dari jarak sekitar 1.000 meter, sniper Inggris menembak mati algojo ISIS di kepala sebelum menghabisi tiga teroris lainnya.

Ayah dan anak tersebut dari sekte Syiah dan akan dibunuh oleh ISIS karena menolak untuk meninggalkan ajaran mereka.

Sniper Inggris mendapat informasi dari mata-mata Irak tentang pasukan ISIS di Suriah utara dekat perbatasan Turki. Dia kemudian sampai di tempat kejadian pada waktunya untuk mencegah pembunuhan tersebut.

Saat itu sniper Inggris menyaksikan dari kejauhan pria dan anak laki-lakinya diseret keluar dengan mata tertutup. Seorang pria berjanggut siap mengayunkan pedangnya disaksikan kerumunan warga yang terlihat ketakutan.

Namun sebelum algojo ISIS mengayunkan pedangnya, sniper dari kesatuan elit SAS Inggris itu menembakkan peluru kaliber 50 dari senapan yang dilengkapi peredam sehingga menembus kepala algojo itu hingga tewas.

" Algojo ISIS yang hendak memenggal ayah dan anak itu ditembak di kepala dan jatuh. Semua orang hanya bisa binggung menatap kejadian. Sniper Inggris kemudian mengirim dua anggota ISIS lainnya dengan tembakan tunggal. Jadi tiga peluru telah menghabisi tiga anggota ISIS," kata seorang sumber yang tak disebutkan namanya kepada Daily Star Sunday.

Seorang warga kemudian membebaskan ikatan pria dan anaknya, termasuk membuka penutup mata mereka.

Sumber itu menambahkan, anggota ISIS lainnya hanya menatap tubuh rekan-rekannya yang tewas, sebelum berlari dan tidak kembali ke desa tersebut.

Tim SAS Inggris telah berada di Irak dan Suriah selama lebih dari satu tahun. Mereka ikut berjuang bersama pejuang lain untuk menghadapi ISIS.

(Sumber: Mirror.co.uk)

3 dari 5 halaman

Terungkap, Kenapa Tawanan yang Dieksekusi ISIS Terlihat Tenang

Dream - Seorang penerjemah ISIS yang membelot membeberkan taktik licik kelompok itu saat akan mengeksekusi tawanan mereka.

Kepada Sky News seperti dikutip News.com.au, Kamis 12 Maret 2015, Saleh, mantan penerjemah untuk ISIS, menjelaskan mengapa para tawanan itu terlihat sangat tenang saat akan dieksekusi oleh algojo ISIS, Jihadi John.

Menurut Saleh, ISIS selalu pura-pura akan melakukan eksekusi pada para tawanan untuk menimbulkan rasa aman palsu di hati mereka.

Namun ketika eksekusi tersebut benar-benar akan dilaksanakan, para tawanan masih menyangka bahwa itu adalah pura-pura seperti biasanya.

Saleh mengungkapkan percakapannya dengan Jihadi John, yang sebenarnya warga Inggris bernama Mohammed Emwazi berusia 26 tahun.

Emwazi akan berkata pada para tawanan: " Tidak usah khawatir, hanya untuk video propaganda saja. Kami tidak akan membunuhmu. Kami hanya ingin negaramu berhenti menyerang Suriah" .

Emwazi ini diduga adalah algojo yang mengeksekusi beberapa tawanan asing ISIS selama ini.

" Kami tidak punya masalah dengan kalian; kalian hanyalah turis," kata Saleh menirukan ucapan Emwazi saat membohongi para tawanan.

Taktik tersebut dilakukan berulang-ulang hingga para tawanan berpikir mereka benar-benar tidak akan mati.

Saleh juga mengatakan agar para tawanan merasa menjadi 'teman' mereka, ISIS akan memanggil mereka dengan nama dalam Bahasa Arab.

Seperti wartawan foto Jepang Kenji Goro, yang baru-baru ini dipenggal ISIS, diberi panggilan Abu Saad. Hal ini membuat Goro terlihat 'tenang' saat benar-benar akan dieksekusi.

Dengan informasi ini, maka telah terungkap mengapa para tawanan asing ISIS yang akan dieksekusi terlihat sangat tenang dalam video propaganda mereka. (Baca: Kisah-kisah Unik di Muka Bumi)

Menurut Saleh, Emwazi adalah salah satu anggota ISIS yang paling dihormati kelompok teroris itu karena kesediaannya menghabisi para tawanan asing. 

" John (adalah) bos besar.. dia hanya memerintah sekali dan langsung dituruti anggota lainnya," kata Saleh.

4 dari 5 halaman

Blazing Sun, Senjata Mematikan Rusia Binasakan ISIS

Dream - Sepertinya nasib Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) akan segera berakhir. Pemicunya, Rusia dilaporkan telah mengerahkan salah satu senjatanya yang paling mematikan, yaitu TOS-1A Heavy Flamethrower System.

Sepertinya Rusia ingin menghujani wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS dengan roket-roket berdaya bunuh massal tinggi yang ditembakkan dari TOS-1A.

Foto terakhir yang tersebar di Twitter dari Suriah menunjukkan setidaknya satu unit peluncur multi-roket dengan hulu ledak thermobaric yang dijuluki 'Panas Matahari' itu terpasang pada Tank T-72 yang digunakan oleh tentara Suriah.

Perkembangan terbaru mengatakan tentara Suriah akan memulai operasi militer besar-besaran di Jobar, wilayah timur Damaskus dan Aleppo. Dalam operasi tersebut, tentara Suriah didukung oleh pesawat dan artileri.

Menurut sumber berita Rusia Rusvesna, TOS-1A 'Solntsepyok' tiba di Suriah baru-baru ini. Tidak diketahui berapa unit TOS-1A yang dikerahkan di Suriah.

Namun, kehadiran peluncur roket yang mampu menembakkan 24 roket sekaligus itu sepertinya akan membuat ISIS ketakutan.

Hulu ledak thermobaric, juga disebut vakum atau bahan peledak bahan bakar udara, menyebarkan cairan yang mudah terbakar di sekitar sasaran.

Ledakannya sendiri mematikan, tapi vakum yang mengikuti ledakan itu sangat kuat hingga menyebabkan kerusakan internal yang mematikan, termasuk pecahnya organ vital, seperti paru-paru.

Sebuah studi oleh Badan Intelijen Pusat AS sejak 1993, menulis bahwa efek dari senjata thermobaric pada target di ruang terbatas, seperti bangunan, bunker dan terowongan, adalah 'mematikan'.

" Mereka yang ada di dekat titik apinya akan hancur lebur. Sementara yang ada di sekitarnya mengalami banyak luka dalam yang tak terlihat, termasuk gendang telinga pecah, hancurnya organ telinga bagian dalam, gegar otak parah, paru-paru dan organ dalam pecah, dan mungkin kebutaan."

Dalam sekali tembak, TOS-1A mampu membumihanguskan delapan blok sebuah kota.

Sistem senjata jenis penyembur api berat ini pertama kali digunakan dalam pertempuran selama invasi Soviet di Afghanistan pada tahun 1988. Namun TOS-1A tidak menarik perhatian publik sampai lebih dari satu dekade kemudian, selama Perang Chechnya Kedua pada tahun 1999.

5 dari 5 halaman

Mengerikan! Cara Baru ISIS Eksekusi Tahanan

Dream - Kelompok militan ISIS kembali memperlihatkan eksekusi mati yang dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan.

Kali ini, ISIS menghukum mati seorang tentara Suriah yang tertangkap dengan melindas tubuhnya hidup-hidup menggunakan tank.

Fadi Ammar Zidan, tentara Suriah yang diperkirakan berusia 19 tahun itu, mengenakan baju tahanan warna oranye saat akan dihukum mati.

Menurut Lembaga Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebelum dieksekusi, dia dipaksa untuk mengaku telah melindas mayat 'jihadis' dengan tank.

Dan sebagai hukumannya, seorang anggota ISIS yang mengenakan pakaian putih dalam video itu mengatakan di depan kamera, Zidan juga akan dilindas dengan tank dalam keadaan hidup-hidup.

Dalam video, Zidan yang kedua tangannya diborgol, disuruh berdiri di tengah jalan. Setelah itu, dia ditabrak dan dilindas tank. ISIS kemudian memperlihatkan tubuh Zidan yang hancur.

Sebelumnya, Lembaga Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengklaim menerima informasi bulan lalu bahwa ISIS akan mengeksekusi tentara menggunakan metode ini.

Organisasi hak asasi manusia, yang berbasis di London, itu mengklaim ini adalah metode eksekusi jenis baru yang dilakukan oleh kelompok teroris tersebut

Awal pekan ini, seorang tentara Amerika Serikat menjadi yang pertama yang terbunuh saat berjuang melawan ISIS.

Sersan Joshua Wheeler, 39 tahun, tewas dalam serangan di Irak utara untuk menyelamatkan 69 warga Irak yang hendak dieksekusi oleh ISIS.

Wheeler diyakini adalah anggota pasukan rahasia Delta Force Angkatan Darat Amerika. Unitnya dikirim untuk mendukung pejuang Kurdi dalam serangan ke kubu ISIS di Hawija.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian