Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pinrang, Sulawesi Selatan (Foto: Twitter)
Tahukah Anda kalau ada satu daerah di Indonesia yang melarang tradisi pasang tenda pernikahan?
Dream - Pemasangan tenda pengantin di jalan raya selama ini dianggap sebagai sesuatu yang lazim oleh masyarakat Indonesia. Demi menghormati orang yang menggelar hajat, orang di sekitarnya biasanya memaklumi kebiasaan itu.
Tapi tahukah Anda kalau ada satu daerah di Indonesia yang melarang tradisi pasang tenda ini?
Daerah yang dimaksud dalah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Larangan pasang tenda ini baru saja dicetuskan Bupati Pinrang Aslam Patonangi pada Senin 26 September lalu, saat menjawab beberapa masukan masyarakat dalam Program Talkshow Halo Bumi Lasinrang.
"Mulai minggu depan kejadian tenda terowongan yang menutup penuh ruas jalan tidak terjadi lagi karena sangat meresahkan masyarakat sebagai pengguna jalan," tegas Aslam.
Kata Aslam, ini merupakan jawaban atas keresahan masyarakat yang seringkali terganggu akibat adanya tenda hajatan yang kadang menutup penuh badan jalan.
Bupati Pinrang pun berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi serta Satlantas Polres Pinrang untuk menindaklanjuti larangan ini.
© Dream
Satlantas Polres Pinrang kemudian menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dalam menyikapi maraknya pengunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi, utamanya kegiatan pesta pernikahan. Pasalnya, hal itu kerap berujung pada kemacetan jalan.
MoU itu disusun bersama Dinas Perhubungan, camat, dan para pengelola tenda.
MoU tersebut mencantumkan beberapa poin, di antaranya apabila pengusaha tenda mendirikan tenda di jalan umum tanpa surat izin dari Satlantas, maka harus bersedia membongkar tendanya serta izin usahanya akan dicabut.
© Dream
Kepala Satlantas Pinrang, AKP Dessy Dara Lampabe mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait hal itu. "Kami juga sudah edarkan himbauan itu, jadi tak ada lagi alasan mengelak bagi siapapun yang melanggar," katanya.
Dessy manambahkan, pihaknya akan memberikan sanksi berupa surat teguran kepada siapapun yang melanggar himbauan itu. "Surat teguran itu akan ditembuskan ke Bupati Pinrang," jelas Desy.
"Jika telah mendapatkan tiga kali teguran, maka izin usaha dari pengusaha tenda yang melanggar akan dicabut," tandasnya.
(Sumber: kabarinspirasi.com)