Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Sebuah Pusat Perbelanjaan Di X'ian, Tiongkok Menjual Udara Segar. (Foto: Shanghaiist)
Dream – Pada dasarnya, manusia tak perlu mengeluarkan uang untuk menghirup udara segar. Alam menyediakannya secara gratis.
Tapi, hal ini tidak berlaku di Xi’an, Tiongkok. Jika ingin menghirup udara segar di sana, mereka harus merogoh kocek sebesar 1 yuan atau Rp2 ribu.
Dilansir dari Shanghaiist, Sabtu 24 September 2016, sebuah pusat perbelanjaan di Xi’an menjual udara segar yang dikemas di dalam kantong plastik. Per kantongnya dibanderol seharga Rp2 ribu.
Ada alasan udara segar menjadi barang “ mahal” bagi masyarakat Xi’an. Kualitas udara di Xi’an tergolong kategori buruk. Kandungan partikel debu di Xi’an sebesar 65 mikrogram per meter kubik udara, jauh di atas standar WHO yang sebesar 25 mikrogram per meter kubik. Xi’an memang termasuk ke dalam daftar kota di Tiongkok yang tingkat polusinya parah.
Sebuah studi menunjukkan orang yang menghirup kabut asap di Tiongkok memiliki umur 25 bulan lebih pendek daripada yang tidak menghirup kabut asap.
Sebuah studi lain menunjukkan bahwa lebih dari 4 juta orang Tiongkok mengidap penyakit kanker dan 3 juta di antaranya meninggal akibat kanker pada tahun 2015. Sejak tahun 2010, penyakit kanker mematikan di Negara Tirai Bambu adalah kanker paru-paru.
Oleh karena itulah, lewat promo “ udara bersih”, pusat perbelanjaan di Xi’an mengajak masyarakat untuk sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan agar udara segar tetap tersedia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang