Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Oksigen
Dream - Kebutuhan oksigen medis mengalami peningkatan sejak terjadinya gelombang kedua penyebaran Covid-19. Banyak rumah sakit kekurangan pasokan oksigen untuk menyelamatkan pasien.
Di tengah kelangkaan tersebut, kabar sedih melanda Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Sebanyak 250 tabung oksigen di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 itu malah ditarik oleh vendornya.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Mohammad Komarudin, mengatakan penarikan tabung tersebut terjadi akibat pihaknya dinilai vendor telah menyalahi kontrak. Pemicunya, tabung-tabung tersebut diisi oksigen yang dibeli bukan dari vendor pemiliknya.
Komarudin menjelaskan pada 4 Juli 2021, RS PKU Muhammadiyah mengalami kekurangan oksigen. Sementara, tidak ada kepastian mengenai pasokan oksigen.
" Saat itu kondisinya benar-benar kritis, oksigen kita hitungan jam sudah akan habis, pasokan liquid tidak jelas kapan datang," ujar Komarudin.
Sementara, pihaknya harus menyelamatkan pasien. Seluruh tabung harus diisi oksigen secepatnya.
Komarudin memutuskan mengisi tabung dari vendor lain yang lokasinya berada di Tuban, Jawa Timur. Dia mengaku terpaksa melakukan itu dengan pertimbangan demi menyelamatkan pasien.
" Saya tidak tahu prosedurnya harus izin atau bagaimana. Intinya saya kemanusiaan. Saya harus menyelamatkan orang banyak," kata dia.
Tetapi, vendor pemilik tabung menilai tindakan RS PKU Muhammadiyah menyalahi kontrak. Komarudin pun menyatakan sudah meminta maaf namun vendor tetap menarik tabung oksigennya.
Komarudin pun bertindak cepat dengan membeli 150 tabung oksigen baru meski harganya sudah melambung tinggi. Ditambah, tabung tersebut harus diambil sendiri ke penjual.
" Semalam kita berangkat ke Sidoarjo, kita bawa sendiri dan isi di sana. Ini untuk membackup liquid oksigen," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya