Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Sultan Mohammed Imadudin Di Maladewa (haveeru.com.mv)
Dream - Butuh keikhlasan yang besar untuk bisa bekerja sebagai takmir masjid. Mengharapkan gaji mungkin hanya sebatas mimpi.
Tetapi, ini tidak terjadi di Maladewa. Kebijakan baru pemerintah setempat yang berlaku mulai hari menyebutkan dana pengelolaan masjid baik untuk renovasi, perawatan, hingga upah takmir ditanggung oleh negara.
Wakil Menteri Islam Maladewa Sheikh Ibrahim Ahmed menyatakan kebijakan tersebut telah dibicarakan dengan dewan kepulauan. Mereka menyetujui kebijakan ini.
" Mulai 1 Desember, dewan akan bekerjasama dengan kami untuk mengelola masjid seperti yang telah mereka lakukan. Dewan juga akan mengurus gaji dan semacamnya. Bagaimanapun, ada sejumlah tantangan kecil mengenai itu. Masalah yang mungkin muncul adalah saat gaji terlambat dibayarkan. Kami bersepakat dewan akan menetapkan prosedurnya," ujar Ahmed.
Ahmed mengatakan kebijakan ini sudah melalui pembicaraan dengan menteri keuangan untuk memfasilitasi kemudahan penyaluran gaji melalui dewan kepulauan.
" Meskipun seluruh kepulauan sekarang berada di bawah mandat Kementerian Islam, pengupahan tidak dapat dilakukan tanpa dewan dan kementerian. Jadi, kami menandatangani Master of Agreement (MoU) dengan dewan kelautan, menyetujui dewan akan melanjutkan pengelolaan masjid," kata Ahmed.
Di samping itu, Ahmed juga mengatakan perwakilan dari Kementerian Islam telah mengadakan pertemuan dengan dewan kepulauan Raa dan Baa. Pertemuan itu menghasilkan persetujuan untuk pengelolaan dana masjid secara bersama.
" Para anggota dewan menyatakan siap sepenuhnya untuk mengambil tanggung jawab tersebut bersama kami, serta memberikan bantuan dan kerjasama mereka," ungkap Ahmed.
Lebih lanjut, Ahmed menerangkan para dewan kepulauan akan mengelola dan mengawasi penggunaan dana masjid sesuai instruksi kementerian. Mereka bertugas mengawasi para pekerja dan para imam masjid, menyiapkan dan menyerahkan lembar gaji mereka kepada kementerian, dan mendorong para karyawan untuk mematuhi kebijakan menteri.
Lebih lanjut, Ahmed menjelaskan sebelumnya tanggung jawab pengelolaan masjid diserahkan ke pihak swasta, yang akhirnya malah membuat pengelolaan masjid menjadi berantakan dan terbengkalai. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat pengelolaan masjid menjadi lebih tertata.
Sumber: haveeru.com.mv
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya