Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penemuan Harta Karun.
Dream – Seseorang tentu akan senang saat menemukan harta karun berupa peninggalan bersejarah zaman dulu. Alasannya, artefak memiliki nilai yang tinggi jika diuangkan.
Tapi, ada juga penemu harta karun yang tidak sadar bahaya mengintai di balik harta karun temuannya.
Dikutip dari Shanghaiist, Kamis, 20 April 2017, sebuah keluarga di Kota Daye, Provinsi Hubei, Tiongkok, menemukan peninggalan kuno yang terkubur saat mereka merenovasi rumahnya. Artefak yang ditemukannya sangat berbeda dengan artefak yang lain, dengan bentuk sedikit modern.

Penemuan ini memang tidak mengherankan mengingat Kota Daye merupakan pusat peradaban zaman perunggu di Tiongkok, yaitu sejak Dinasti Zhou (1046-774 SM) dan Dinasti Song (960-1279).
© Dream
Berhubung daerah itu memang pusat peradaban, arkeolog menemukan ratusan terowongan tembaga bersama reruntuhan tungku besar. Penduduknya juga menemukan potongan-potongan barang perunggu selama bertahun-tahun.
Pemerintah setempat pun meminta penduduk desa untuk mengembalikan artefak yang mereka temukan ke pihak berwenang. Hal ini juga berlaku bagi keluarga yang menemukan barang perunggu saat memperbaiki rumah.
Keluarga tersebut sempat menolak, membuat pemerintah setempat memanggil polisi. Akhirnya, mereka mau menyerahkan 'harta karun' di bawah rumahnya.
© Dream
Setelah diselidiki polisi, keluarga itu kaget dengan penemuan mereka. Yang ditemukan di bawah rumahnya bukanlah barang perak artefak zaman dulu, melainkan bom. Untungnya tidak meledak.

Usut punya usut, bom tersebut milik tentara Jepang selama Perang Dunia II.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya