Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ruli Rehman, Hijaber Kena Bully Di Inggris (metro.co,uk)
Dream - Seorang hijaber di Newcastle. Inggris, Ruhi Rehman, 23 tahun, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berada di kereta listrik. Dia di-bully oleh seorang pria, dengan tudingan akan mengebom kereta itu.
Saat itu, Ruhi tengah bepergian menggunakan ketera listrik. Dia duduk di bangku bersama adiknya.
Tiba-tiba, seorang pria menghampiri dan mengucapkan kalimat bernada rasis. Dia berusaha mengusir Ruhi keluar kereta seraya mengatakan 'Ini negara saya'.
Para penumpang kereta dari Newcastle menuju Whisley Bay ini, yang sebagian besar adalah penggemar sepak bola, merasa muak dengan ulah pria tersebut. Mereka segera merangsek mengitari Ruhi dan meminta pria tersebut menjauhi wanita itu.
" Saat penumpang lain mulai terlibat, mereka meminta dia menjauhi kami. Kemudian dia berkata kepada mereka, 'Apa, kalian ingin dia mengebom kereta ini?" kata Ruhi.
Sesampai di stasiun Palmersvile, para penumpang segera mengusir pria itu dari kereta dan mengatakan dia tidak diterima di kereta itu. Si pria pergi sembari menahan malu
Saat pria itu pergi, para penumpang bersorak dan bertepuk tangan.
" Saya tidak pernah menemui sesuatu seperti ini. Saya tidak pernah merasa lebih bangga menjadi seorang Geordie. Sangat indah semua orang bersama-sama membantu kami," ungkap Ruhi.
Ruhi mengaku merasakan trauma dengan meningkatnya kejahatan anti-Islam sejak teror Paris. Tetapi, dia merasa mempunyai harapan setelah melihat apa yang terjadi di kereta itu.
Kisah Ruhi menjadi perbincangan di media dan memunculkan banyak tanggapan. Sebagian besar pengguna media sosial mengaku bangga atas tindakan yang dilakukan oleh para penumpang.
Direktur Manager DB Regio Tyne and Wear, Sharon Kelly, selaku operator kereta berlabel Nexus meminta semua orang yang melihat kejadian semacam ini untuk melapor ke polisi.
" Keselamatan penumpang kami adalah hal paling utama. Saya menjamin insiden semacam ini jarang terjadi dan tidak akan ditolerir," kata Sharon.
Sumber: metro.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya