Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Mengikuti protokol Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB di masa pandemi, Jawa Barat juga menggelar PPDB secara online. Ada dua tahap pelaksanaan PPDB di Jawa Barat yang masing-masing digelar pada 8-12 Juni 2020 dan 25 Juni hingga 1 Juli 2020. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara online dan menghindari tatap muka untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dewi Sartika, berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB SMA, SMK, dan SLB Tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat, PPDB jenjang SMA terbagi atas empat jalur, yaitu jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh proses PPDB dilakukan secara online, kecuali untuk PPDB SLB yang tidak menerapkan jalur pendaftaran karena dilakukan secara offline. Bagi calon peserta didik yang memiliki masalah jaringan atau koneksi internet, bisa meminta bantuan sekolah asal.

Hasil PPDB Jabar 2020 untuk tingkat SMA, SMK dan SLB tahap pertama memang sudah diumumkan pada Senin, 22 Juni yang lalu. PPDB tahap 1 ini hanya ditujukan bagi calon siswa yang mendaftar lewat jalur afirmasi.
Jalur ini disediakan bagi calon siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, sebagai komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan layanan pendidikan berkualitas yang merata bagi warganya. Selain itu, tahap 1 PPDB Jabar 2020 ini juga dibuka bagi calon siswa dengan orangtua yang mengalami perpindahan tugas, memiliki orangtua yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan maupun guru, atau jalur prestasi.
Berbeda dengan tahap 1, tahap 2 PPDB Jabar 2020 akan menggunakan jalur zonasi untuk SMA dan jalur prestasi nilai rapot untuk SMK. Bagi calon siswa yang tidak lolos seleksi di tahap pertama, bisa mencoba mengikuti tahap dua yang dibuka mulai 25 Juni hingga 1 Juli 2020.
Mekanismenya tetap sama, calon siswa bisa mendaftar secara online. Bagi calon siswa SMA bisa memilih dua sekolah yang berada di zona yang sama dengan tempat tinggalnya. Sedangkan untuk yang mendaftar ke SMK dapat memilih satu hingga dua sekolah dengan dua jurusan yang dipilih, dengan seleksi yang didasarkan pada nilai rapor.
Pembagian jalur yang dibuka di masa PPDB Online 2020 di Jawa Barat ini sebagai upaya pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan untuk menampung para siswa yang ada di Jawa Barat, sehingga semua anak bisa sekolah, semua anak bisa juara.

Sebelum mengikuti PPDB Jabar 2020 tahap 2 ini, calon siswa wajib mempersiapkan persyaratan yang sama dengan tahap sebelumnya, seperti Kartu Keluarga, KTP dan nilai rapot. Calon siswa dapat mendaftar secara mandiri atau melalui sekolah asal.
Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk pendaftaran secara mandiri. Pertama, calon siswa wajib mempersiapkan akun yang telah dimiliki untuk login ke situs PPDB, termasuk mengisi titik koordinat domisili. Isi data yang diperlukan, pilih jalur PPDB dan sekolah tujuan.
Lanjutkan dengan pengecekan ulang untuk memastikan data yang dimasukkan sudah benar. Lakukan submit data sebagai bentuk pernyataan mendaftarkan diri dan tidak bisa lagi diubah atau dicabut. Setelah selesai, calon siswa dapat mencetak bukti pendaftaran.
Sementara yang mendaftar melalui sekolah asal, calon siswa akan dibantu memasukkan data yang diperlukan sesuai jenjang dan jalur yang diminati, juga mengisi titik koordinat domisili. Sekolah akan melakukan verifikasi ulang data pendaftaran dan submit data sebagai bentuk pernyataan mendaftarkan diri. Tahap selanjutnya, sekolah akan mencetak bukti pendaftaran. Verifikasi data calon siswa dimulai pada 2 Juli 2020 dan hasilnya akan diumumkan pada 8 Juli 2020 mendatang. (*/eth)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya