Pakar Epidemiologi China Ingatkan Penyebaran Covid-19 Belum Puncak

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 2 Juli 2020 14:00
Pakar Epidemiologi China Ingatkan Penyebaran Covid-19 Belum Puncak
Kasus Covid-19 bakal melonjak tajam dalam waktu dekat.

Dream- Kepala Epidemiologi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China, Wu Zunyou, mengingatkan, penyebaran wabah virus corona di Negeri Tirai Bambu belum mencapai puncak. Sedangkan hasil temuan global menyatakan virus tersebut tidak bermutasi.

Wu meminta pemerintah jangan sampai lengah dan melonggarkan tindakan penanggulangan. Menurut dia, upaya pencegahan tetap harus dilakukan sampai titik penghabisan.

Jumlah kasus positif Covid-19 di dunia saat ini mencapai 10 juta dengan angka kematian sebanyak 500 ribu. Bagi Wu, angka tersebut belumlah puncaknya dan akan terus meninggi dalam waktu dekat.

Dia memperkirakan peningkatan angka kasus dari 10 juta ke 20 juta membutuhkan waktu relatif cepat. Penyebabnya, banyak negara tidak menjalankan langkah efektif untuk mencegah pandemi.

" Situasi di beberapa negara tidak terkendali dan semakin buruk," kata Wu.

 

1 dari 5 halaman

Tak Bermutasi

Meski begitu, Wu juga menyebutkan hasil temuan global menyatakan virus corona jenis baru tersebut tidak bermutasi. Dia mengatakan temuan tersebut merupakan kabar gembira bagi dunia penelitian dan pengembangan vaksin.

Kasus positif Covid-19 di Beijing diprediksi turun menjadi nol dalam sepekan. Sebabnya, kasus yang didapat baru-baru ini kebanyakan berasal dari orang-orang yang dikarantina dan diobservasi dalam rentang waktu 4-13 hari,

Sumber: 

2 dari 5 halaman

WHO: Kasus Covid-19 Dunia Akan Meningkat Dua Kali Lipat pada September

Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah kasus infeksi Covid-19 di seluruh dunia dua kali lipat dari kondisi saat ini. Kemungkinan peningkatan itu akan terjadi pada September nanti.

Saat ini, sebanyak 10 juta orang di seluruh dunia terinfeksi Covid-19. Sehingga jika prediksi WHO benar-benar terjadi, maka akan ada 20 juta penduduk bumi terserang Covid-19.

Pandemi virus corona saat ini dilaporkan telah menjangkiti 210 negara, kecuali antartika. Virus ini juga telah ditetapkan sebagai penyebab kematian lebih dari 500 ribu jiwa di seluruh dunia.

Virus ini dengan cepat menyebar setelah China melapor ke WHO soal kasus radang paru-paru tidak biasa muncul di Wuhan pada 31 Desember 2019. Pada Januari 2020, Covid-19 menyebar ke berbagai kawasan di China hingga akhirnya mencapai seluruh 31 provinsi di negara tersebut.

China mengalami puncak kasus dengan adanya 6.500 kasus dalam masa 24 jam pada pertengahan Februari 2020. Angka penularan bisa dikendalikan setelah kota Wuhan ditutup sepenuhnya atau 'lockdown'.

3 dari 5 halaman

Pada Minggu, 28 Juni, kasus aktif virus corona di China berada di bawah angka 1.000. 4.641 orang di China meninggal akibat virus corona, namun sejak akhir Februari korban kematian terbanyak berada di luar China.

Kasus pertama di luar China dilaporkan terjadi di Thailand, tanggal 15 Januari. Kemudian dengan cepat menyebar ke Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Amerika Serikat. Menariknya, Thailand selama ini hanya mencatat 58 kematian akibat virus tersebut.

Di bulan Maret, pusat penyebaran virus berada di kawasan Eropa. Tanggal 5 Maret 2002, Eropa mencatat separuh dari kasus virus corona di dunia terjadi di kawasannya.

Ratusan juta warga Eropa harus menjalani karantina dilarang keluar rumah. Dua kluster besar yang merepotkan pemerintah adalah yang terjadi di Italia Utara.

 

4 dari 5 halaman

Di pertengahan bulan Maret, dengan 'lockdown' yang ketat, Italia mengalami masa puncak penyebaran virus. Dalam dua bulan terakhir angka penularan di Italia mulai menurun dan di awal bulan Juni lalu negara tersebut kembali dibuka dengan pelonggaran pembatasan perjalanan di dalam negeri.

Hari Sabtu, hanya ada 8 kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan di Italia, pertama kalinya angka kematian berada di bawah angka 10 sejak 1 Maret 2020. Angka penularan di Eropa sudah mencapai titik puncak, meski Rusia kini disebut sebagai daerah penularan baru. Angka kematian di Inggris, Italia, Spanyol dan Prancis dilaporkan terus menurun.

Sedangkan pada April, Amerika Serikat menjadi pusat penyebaran baru dan sampai sekarang masih berjuang untuk mengatasinya. Angka penularan di Amerika Serikat sudah lebih tinggi dari seluruh jumlah kasus di Eropa.

Lebih dari satu bulan, 30 persen kasus Covid-19 di seluruh dunia terjadi di Amerika Serikat. Angka penularan virus corona masih terus meningkat di seluruh dunia.

Hanya dalam 45 hari penularan kasus virus corona meningkat dari angka dua juta menjadi enam juta orang. Kemudian dalam waktu 28 hari angka tersebut meningkat kembali mencapai 10 juta.

 

5 dari 5 halaman

Bila virus ini tidak melambat penyebaran, maka angka kasus Covid-19 bisa mencapai 20 juta di bulan September. Angka kematian juga diperkirakan akan lebih tinggi lagi.

Jumlah angka penularan dan kematian sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan secara resmi. Tingkat kematian di masing-masing negara akan tergantung bagaimana sistem layanan kesehatan di sana.

Di Yaman, misalnya, dimana penyebaran kasus tidak bisa dilacak, mengalami tingkat kematian tertingi di dunia. Sebelumnya, jumlah kematian tertinggi di awal pandemi terjadi di negara-negara Eropa, seperti Italia, Spanyol, Prancis, dan Inggris.

Angka kematian juga tinggi di negara yang tidak bisa melakukan tes dalam jumlah besar untuk melacak kasus yang ada. Sementara di Australia, angka kematian sejauh ini adalah 1,3 persen dari mereka yang tertular virus corona.

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar