Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pernikahan
Dream - Sepasang pengantin ini mendadak membuat heboh Israel. Banyak orang di negara Zionis itu marah, lantaran mempelai pria seorang muslim Arab dan si wanita asli Yahudi.
Dia adalah Mahmoud Mansour dan Morel Malka. Keduanya yang telah lima tahun berpacaran dan tinggal di Jaffa, Yerusalem akhirnya menikah pada akhir pekan lalu, usai salat Jumat. Malka berpindah keyakinan menjadi seorang muslim mengikuti agama sang suami.
Sehari sebelum pesta pernikahan, Organisasi untuk Pencegahan Asimilasi di Tanah Suci (LEHAVA) memposting undangan di Facebook dan menyerukan aksi demo besar-besaran.
Mengetahui hal itu, Mansour memutuskan melaporkan ancaman itu ke pengadilan. Hasilnya, pengadilan mengabulkan tuntutan Mansour agar pernikahan mereka dilindungi.
Namun pengadilan memutuskan unjuk rasa tetap boleh dilakukan. Dengan catatan harus berjarak 200 meter dari lokasi resepsi pernikahan.
Polisi dari jumlah besar disiagakan untuk mengamankan jalannya pernikahan yang digelar pada Minggu kemarin. Bahkan, Mansour dan Malka menyewa belasan pengawal pribadi untuk menjaganya.

Mansour mengenakan pakaian santai sedangkan Malka mengenakan gaun pernikahan ala Barat. Pasangan berbahagia itu mengundang 500 tamu.
" Kami tinggal di Jaffa. Setengah penduduk Jaffa adalah Arab, lainnya Yahudi. Kami hidup berdampingan secara damai," kata Mansour kepada Channel 2.
Morel menambahkan bahwa tidak ada yang salah dari pernikahannya. " Kami hanya manusia yang saling mencintai. Tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kami," ujarnya.

Ketika keduanya meninggalkan pesta resepsi, pendemo berteriak di depan Malka sambil berkata; " Kami masih berperang dengan Hamas, kau menikahi orang Arab."
Di tengah gelombang kecaman, Presiden Israel, Reuven Rivlin justru mengirim ucapan selamat. Ia justru mengecam unjuk rasa yang dilakukan kelompok Lehava karena dinilai sebagai 'tikus' yang menggerogoti demokrasi.
Menteri Kesehatan Yael German dan anggota perlemen Yesh Atid juga menyampaikan ucapan selamat dalam telegram pribadi. Namun PM Benjamin Netanyahu, menurut surat kabar Haaretz, memilih bungkam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya