Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sampul Buku "GAZA Simbol Perlawanan Dan Kehormatan (Buku: Faisal Assegaf)
Dream - Sampul bukunya sungguh menarik dan sudah bisa menggambarkan isi buku berjudul 'GAZA Simbol Perlawanan dan Kehormatan'. Di sana tergambar ilustrasi mendiang pendiri sekaligus pemimpin spiritual Hamas, Syekh Ahmad Yasin, tengah menyaksikan anak-anak Palestina dari generasi sekarang tengah menjalani latihan militer, termasuk cara menculik tentara Israel.
Sampul itu juga menunjukkan isi buku menarik dan perlu dibaca bagi siapa saja ingin mengetahui soal Jalur gaza, Hamas, dan konflik Palestina-Israel. Apalagi si penulis, Faisal Assegaf yang juga mantan wartawan Tempo ini menyajikan cerita dengan cara bertutur dan enak dibaca. Makin menggugah untuk membaca buku ini lantaran dilengkapi foto eksklusif dan berwarna serta infografik.
Buku ini menggambarkan pula betapa penulis sudah lama dan konsisten memusatkan perhatian pada isu Palestina-Israel. Istimewanya lagi, penulis bukan saja melihat persoalan itu dari luar, namun dia juga masuk ke dalam jaringan dan berhubungan akrab dengan para pentolan Hamas.
Dibuka dengan Lika-liku menembus Gaza, penulis menggambarkan terowongan yang dia lewati saat menyeberang dari Mesir ke Gaza di perbatasan Rafah. Jalur-jalur bawah tanah itu adalah sebuah perlintasan vital sejak Israel memblokade Gaza.
Penulis lalu mengajak pembaca seolah sudah tiba di Gaza. Dia menjelaskan secara rinci seperti apa kehidupan penduduk Gaza terbelit derita.
Lantas pembaca diajak berkenalan dengan pentolan hamas. Baik yang sudah wafat atau masih hidup. Di bab ini penulis ingin menunjukkan dia bukan sekadar orang luar punya perhatian terhadap isu Palestina, tapi juga dia memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh Hamas memerintah di Gaza.
Penulis kemudian bercerita soal sejarah Hamas lahir dari intifadah kedua sampai kondisi terakhir di masa kini. Hingga akhirnya penulis menutup buku ini dengan bab berjudul Masa Depan Gaza. Di sini penulis menyajikan analisa mendalam dan tajam soal lima faktor bisa mempengaruhi masa depan Gaza, yakni komitmen dan soliditas Hamas, rekonsiliasi nasional, blokade Israel, sokongan Mesir dan Iran, perubahan tatanan global.
Akhirnya setelah membaca seluruh isi buku, kita bisa memahami Gaza memiliki posisi penting sekaligus terhormat bagi bangsa Palestina. Gaza selalu menjadi simbol perlawanan dan kehormatan.
Kesimpulan satu lagi adalah Hamas merupakan organisasi perjuangan, bukan kelompok teroris seperti dicap Israel dan negara-negara Barat. Hamas ingin membebaskan bangsa dan wilayah Palestina dari penjajahan zionis. Mereka percaya perlawanan bersenjata adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan negara Palestina merdeka dan berdaulat.
Seperti apa isi buku itu dan gambaran tentang penulisnya, klik tautan ini http://bit.ly/1o3Qa8V (Ism, Sumber: Blog Hamas Lovers)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya