Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dipecat Usai Tunjukkan Gambar Nabi Muhammad, Dosen Gugat Universitas (Shutterstock)
Dream - Erika López Prater, dosen seni di Hamline University, Minesota, Amerika Serikat, dipecat usai menunjukkan gambar Nabi Muhammad ke mahasiswa.
Erika dipecat setelah seorang mahasiswa muslim keberatan atas gambar Nabi Muhammad dalam mata kuliah seni global.
Universitas mengakui " salah langkah" dan berencana menggelar dialog terbuka tentang kebebasan akademik.
Dilansir VOA, Erika mengatakan telah menggugat Hamline University yang memecatnya pada 17 Januari 2023.
Dalam gugatannya, Erika menuduh Hamline University menjadikannya sasaran diskriminasi dan pencemaran nama baik agama, dan merusak reputasi profesional dan pribadinya.
“ Hamline, melalui administrasinya, menyebut tindakan Dr. López Prater sebagai 'tidak dapat disangkal Islamofobia,'' kata pengacaranya dalam sebuah pernyataan.
Presiden Hamline University Fayneese Miller dan ketua Dewan Pengawas Ellen Watters, merilis pernyataan bersama dan mengatakan bahwa " komunikasi, artikel, dan opini" baru-baru ini telah membuat kampus " meninjau dan mengkaji ulang tindakan kami."
Pernyataan itu tidak membahas gugatan, tetapi mengatakan universitas sangat mendukung kebebasan akademik, yang harus berdampingan dengan dukungan bagi mahasiswa.
Universitas berencana menggelar dua dialog terbuka dalam beberapa bulan mendatang. Dialog pertama tentang kebebasan akademik dan kepedulian mahasiswa. Kedua, tentang kebebasan akademik dan agama.
Pada Oktober 2022, López Prater menunjukkan lukisan abad ke-14 yang menggambarkan Nabi Muhammad dalam pelajaran seni Islam.
Bagi banyak Muslim, penggambaran visual Nabi Muhammad melanggar keyakinan mereka, yang diketahui López Prater.
Menurut gugatan tersebut, silabus kursus López Prater menyertakan catatan bahwa siswa akan melihat gambar tokoh agama, termasuk Nabi Muhammad.
Silabus juga menyertakan tawaran untuk bekerja dengan siswa yang tidak nyaman melihat gambar-gambar itu.
Dia juga memperingatkan kelas segera sebelum menunjukkan gambar Nabi Muhammad. Dia mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengajar siswa tentang keragaman.
Council on American-Islamic Relations, sebuah organisasi hak sipil nasional untuk Muslim, membantah keyakinan bahwa perilaku López Prater bersifat Islamofobia.
Kelompok itu mengatakan profesor yang menganalisis gambar Nabi Muhammad untuk tujuan akademik tidak sama dengan " Islamofobia yang menunjukkan gambar seperti itu untuk menyebabkan pelanggaran."
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan