Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
The Telegraph
Dream - Untuk pertama kalinya para ilmuwan berhasil mengumpulkan spesimen hidup dari cacing raksasa yang hidup di laut. Cacing berwarna hitam itu ditemukan di Filipina dan termasuk spesies langka.
Makhluk dengan nama Latin Kuphus polythalamia ini sebagian besar menghabiskan hidup di dalam lumpur dasar laut, tertutup oleh cangkang yang keras. Panjang cacing raksasa ini bisa mencapai lebih dari 1,5 meter.
Sebelum penemuan ini, para ilmuwan baru menemukan cangkangnya yang berbentuk seperti tongkat pemukul baseball. Cangkang cacing laut raksasa ini tersusun dari kalsium karbonat.
Penemuan makhluk misterius ini berkat sebuah film dokumenter tentang sekelompok nelayan Filipina yang mendedikasikan hidup mereka untuk berburu dan memakan cacing laut biasa.
" Semuanya dalam Bahasa Tagalog, jadi saya tidak begitu mengerti," kata Margo Haygood, seorang profesor peneliti dalam bidang obat-obatan kimia di University of Utah College of Pharmacy, diktuip Dream dari upi.com, Kamis 20 April 2017.
Kepada Popular Science, Haygood mengatakan dalam film itu mereka terlihat sedang berburu dan memakan cacing laut biasa.
© Dream
Tiba-tiba seekor cacing laut raksasa muncul dari tempat persembunyiannya, dan para nelayan itu mengambil dan memasaknya juga.
Ketika ditemui, para nelayan menolak memberikan lokasi perburuan mereka. Namun sebuah tim yang diketuai Daniel Distel dari Northeastern University berhasil menemukan petunjuk tentang lokasi keberadaan cacing laut raksasa.
Para ilmuwan mengumpulkan 5 cacing laut raksasa dari bawah lumpur sebuah teluk di sepanjang pantai di Mindanao.
Di teluk tersebut pernah didirikan pabrik pemotongan kayu. Spesies cacing laut raksasa menggantungkan hidupnya dengan memakan kayu-kayu yang membusuk.
Menurut para ilmuwan, penemuan pertama kali yang ditulis di Jurnal PNAS ini merupakan babak baru.
Mereka berharap mikrobioma dalam cacing laut raksasa yang saat ini diteliti di laboratorium bisa mengungkapkan zat unik yang membantu makhluk tersebut bertahan hidup.
© Dream
Selain itu, para ilmuwan juga berharap mendapat pengetahuan yang lebih banyak tentang siklus hidup dan perilaku cacing laut raksasa tersebut.
" Spesies unik ini tidak masuk dalam keluarga apa pun, tapi kami tahu mereka pasti punya nenek moyang pemakan kayu," kata Haygood.
Dia mengaku belum tahu bagaimana siklus hidup cacing-cacing ini. Masih menjadi teka-teki pula di mana tempat yang terdapat populasi lebih banyak dari cacing-cacing ini.
" Kami juga belum tahu berapa usia mereka. Apakah spesimen yang kami tangkap berusia beberapa tahun, atau beberapa ratus tahun? Kami masih perlu menyelidikinya," ujar Haygood.
© Dream
Lihat bentuk cacaing raksasa itu.
(upi.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya