Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang pria berinisal MA dihakimi massa di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa, 1 Agustus 2017. MA dituduh mencuri amplifier mushola di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
MA sempat dikepung warga. Akibat emosi warga yang sudah meninggi, MA dihakimi massa hingga tewas.
Istri MA, Siti Zubaidah, mengatakan suaminya memang bekerja sebagai tukang reparasi alat-alat elektronik. Penghasilan suaminya tidak menentu.
Terkait insiden ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyayangkan aksi tersebut. Ia pun berharap agar masyarakat dapat mengontrol diri.
" Masyarakat harus jaga diri," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 4 Agustus 2017.
Ia pun mengimbau masyarakat apabila ada pelaku pencurian, maka segera diserahkan ke kantor polisi. Argo meminta masyarakat agar tidak main hakim sendiri.
" Kalau misalnya menangkap pelaku pencuri, segera serahkan kepolisian. Jangan main hakim sendiri. Sesuai Undang-undang, langsung serahkan kepolisian. Kalau main hakim sendiri ya salah," ujar Argo.
Seperti dilansir merdeka.com, kejadian ini bermula ketika MA terlihat oleh marbot mushola membawa amplifier. Menduga amplifier itu milik mushola, sang marbot langsung meneriaki MA dengan sebutan maling.
Warga yang mendengar teriakan langsung mengejar MA. Dia sempat terkepung, lalu menyeberang sungai untuk menyelamatkan diri.
Upaya tersebut gagal dan MA pun dihakimi massa hingga meninggal dunia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya