Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Belakangan, banyak terlihat prosesi pemakaman jenazah. Meski sebagian besar adalah jenazah positif Covid-19.
Berkaitan dengan pemakaman, kita memang tidak dianjurkan untuk melayat jenazah Covid-19. Seluruh urusan pemakaman dijalankan oleh petugas medis.
Secara umum, prosesi pemakaman dijalankan tidak berbeda jauh dengan jenazah normal. Hanya saja pelayat tidak boleh mendekati titik kuburan hingga jarak beberapa puluh meter.
Meski demikian, tetap berlaku adab ketika di pemakaman. Jika kita mengiringi prosesi pemakaman jenazah, maka dianjurkan untuk menjaga sopan santun.
Salah satunya, mengucap doa ini ketika masuk ke pemakaman. Doa ini diajarkan Rasulullah Muhammad SAW dalam hadis riwayat Imam Muslim.

Assalamu 'alaikum ahlad diyar minal mukminina wal muslimina wa inna insya alah lalakhiqquna asalullaha lana wa lakumul 'afiyyah.
Artinya,
" Salam sejahtera atas kamu sekalian wahai penduduk kuburan kaum Mukminin dan Muslimin. Dan jika Allah menghendaki, kami akan menyusulmu. Kami memohon kepada Allah untuk kami dan untuk kamu sekalian agar sejahtera."
Dream - Setiap orang telah memiliki ketentuan dari Yang Maha Esa saat menjalani kehidupan. Kita sering mendengar ada tiga hal yang sudah ditakdirkan kepada manusia yaitu jodoh, rezeki, dan mati.
Kematian bagi setiap makhluk hidup, termasuk manusia, adalah kepastian. Namun kapan waktunya seseorang menghadapi Sang Pencipta akan selalu menjadi misteri.
Tetapi, kematian seperti apa yang diharapkan? Sebab, kematian bisa terjadi secara baik ataupun buruk. Dalam Islam dikenal Khusnul Khotimah dan Su'ul Khotimah.
Khusnul khotimah merupakan kematian yang selalu dinantikan orang. Meninggal karena sebab dan keadaan yang baik menjadi harapan semua orang.
Untuk itu, kita patut memohon agar dimatikan dalam keadaan Khusnul Khotimah. Mati dalam keadaan baik dan memberikan kebaikan.
Agar hal itu terjadi, dianjurkan membaca doa ini. Doa tersebut diajarkan Imam Al Ghazali.

Bismillahir rahmanir rahim. Ya hayyu ya qoyyumu ya badi'as samawati wal ardli ya dzal jalali wal ikram. Allahumma inni as-aluka an tuhyiya qolbi binuri ma'rifatika abada. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya rahmaan, ya rahim, bi rahmatika ya arhamar rahimin.
Artinya,
" Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Berdiri Sendiri, wahai Dzat Pencipta langit dan bumi, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Mulia. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu agar Engkau menghidupkan hatiku dengan nur makrifat kepada-Mu selamanya. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Dzat Maha Pengasih, wahai Dzat Maha Penyayang, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Maha Pengasih di antara para pengasih."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Emosi manusia sering kali bergejolak. Semua bergantung pada situasi yang dihadapinya. Rasa bosan dan penat bisa membuat emosi seseorang meluap. Hingga tanpa sadar mengeluarkan ucapan makian kepada orang lain.
Orang yang mendengarnya jadi tidak nyaman. Alhasil, dia akan menjauh dari orang yang telah memakinya.
Apalagi seperti sekarang ini, yang sebagian besar orang terpaksa beraktivitas di rumah. Stres tentu dirasakan dan jika tidak bisa dikendalikan, maka bisa menjadi amarah.
Perasaan tak nyaman akan muncul ketika kita, baik sadar maupun tidak, telah menyakiti orang lain. Hubungan pun menjadi renggang.
Jika sudah terlanjur, dianjurkan membaca doa ini. Dengan doa ini, kita memohon ampunan kepada Allah karena telah menyakiti orang lain.

Allahumma innama ana basyarun fala tu'adzdzibni lisyatmi rajulin syatamtuhu aw adzaituhu.
Artinya,
" Ya Allah, sesungguhnya aku hanya manusia, maka janan Engkau siksa aku karena mencela atau menyakiti seseorang."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya