Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dokter Tirta (Foto: Instagram @dr.tirta)
Dream - Di antara Sahabat Dream mungkin belum banyak yang tahu tentang sosok dokter Tirta Mandira Hudhi. Namanya mulai muncul di publik seiring dengan merebaknya wabah virus corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.
Dengan kapasitasnya sebagai dokter, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu kerap mengedukasi masyarakat tentang Covid-19 melalui media sosial Instagram, Twitter, dan YouTube.
Tidak hanya itu, dokter nyentrik ini juga membantu pendistribusian sumbangan influencer ke rumah sakit di Indonesia untuk melawan Covid-19.
Sosok Tirta memang dikenal tegas dan tak segan mengkritik pemerintah. Tapi siapa sangka, pria yang juga pengusaha sepatu itu punya kisah hidup yang cukup menarik.
Melalui kanal YouTube Rico Huang yang tayang 13 Februari 2020, Tirta mengaku lahir dari orangtua yang berbeda keyakinan.
" Gue tuh SD, SMP, SMA di Solo dan gua itu SD, SMP swasta. Gue itu dilahirkan dari keluarga karyawan dan nyokap bokap itu beda agama," kata Tirta.
Tidak itu saja, selama di bangku sekolah, identitas agama Tirta di kartu keluarga hanya berisi tanda strip.
" SD, SMP, SMA, agama gue di kartu keluarga itu 'strip'," tambah bos Shoes and Care itu.
Sejak kecil, Tirta telah belajar tentang beberapa agama. Namun, di kampusnya, Tirta mulai belajar banyak hal.
Bahkan, saat kuliah di Fakultas Kedokteran di UGM, Tirta memutuskan untuk menjadi mualaf.
" Di UGM itu gue memutuskan mualaf, memeluk agama Islam dan di situ gue belajar toleransi," ujar Tirta.
Menurut Tirta, di UGM seperti miniatur camp Indonesia. Dari situ dia belajar mengenal teman, komunikasi, dan toleransi.
Sementara itu, melalui postingan Instagram tanggal 7 April 2020, Tirta menceritakan tentang tato di lengan kirinya dan kisah pertobannya.
Dia sering mendapat pertanyaan dari netizen terkait tato di lengan kirinya. Menurut Tirta, tato dibuat karena iseng. Saat itu dia belum mualaf.
" 'Dok kenapa tattoo an' ye namanya dulu iseng. Lalu tibalah saya tobat," kata Tirta dalam postingannya itu.
Tirta kemudian menceritakan bagaimana dirinya yang bertato itu jadi pusat perhatian setiap kali masuk masjid.
Orang-orang sering bertanya dan memandang dengan sinis dari atas sampai bawah. Tapi saat itu Tirta mengaku tidak peduli.
Ada juga yang bertanya kenapa tato tersebut tidak dihapus saja. Tirta mengatakan tato tidak bisa dihapus secara sembarangan.
" 'Kenapa gak diilangin' gak semua dokter berani ngilangin tattoo saya," tulisnya.
Makanya, sembari menunggu ada dokter yang berani menghapus tatonya, Tirta tetap beribadah seperti biasa.
" Yowis saja jadikan ini sebagai amalan. Bahwa tattoo bukan penghalang saya buat tidak sholat. Lumayan bisa share kebaikan," katanya.
Menurut Tirta, perkara diterima atau tidak itu urusan Allah SWT yang tahu. Karena ibadah adalah urusan pribadinya dengan Allah SWT.
" Ada yang hujat saya yowis ikhlaskan, ngapaian abisin energi buat kebencian," lanjut Tirta.
Di akhir postingannya, Tirta berjanji akan menghilangkan tato yang memenuhi lengan kirinya itu.
" Saya pasti ilangin kok, soalnya capek juga pakai lengan panjang mulu hahaha," pungkas Tirta.
(Sumber: Instagram, YouTube)
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya