Curhat Dokter Tulis Surat Kematian Pasien Covid-19, Bikin Pedih

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 13 September 2020 12:15
Curhat Dokter Tulis Surat Kematian Pasien Covid-19, Bikin Pedih
"Segmen paling pedih kalau di rumah sakit dan terus berulang itu ya ini, nulis laporan kematian"

Dream - Sejak wabah virus Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, para tenaga medis pun mejadi garda terdepan untuk terus menjaga situasi.

Semakin hari, pasien Covid-19 semakin bertambah. Jumlah kematian tiap harinya pun semakin meningkat.

Para tenaga kesehatan pun sering merasakan pilu ketika pasien yang dirawatnya harus menghembuskan nafas terakhir, akibat terpapar virus Covid-19.

Salah seorang dokter di rumah sakit rujukan Covid-19, dr. Gia Pratama membagikan kisah pilunya di akun Instagram @giapratamamd saat menulis surat kematian pasiennya.

Unggahan Instagram© Instagram @giapratamamd

" Segmen paling pedih kalau di rumah sakit dan terus berulang itu ya ini, nulis laporan kematian," tulis dr. Gia Pratam MD, Sabtu 12 September 2020 dalam unggahan Instagramnya.

 

1 dari 5 halaman

Menulis Ulang Detik-detik Kematian

Dokter muda tersebut mengungkapkan kesedihnya ketika harus menulis ulang laporan kejadian permenit, ketika pasiennya menghembuskan nafas terakhir.

" Menulis ulang menit-permenit kejadian sampai pasien meninggal," katanya.

Dalam unggahannya, terlihat foto secarik kertas bertuliskan 'Laporan Kematian' dengan keterangan detail salah satu pasien Covid-19 yang meninggal pada 12 September 2020.

Foto tersebut juga memperlihatkan sepotong penyebab kematian yang bertuliskan 'henti jantung' dan 'henti nafas', yang menjadi ciri utama kematian akibat Covid-19.

2 dari 5 halaman

Dengan segala kepiluan yang ia tuangkan dalam unggahan Instagramnya, dr. Gia seperti merasa prihatin dengan banyakanya masyarakat yang masih mengaggap pandemi Covid-19 ini sekedar konspirasi.

" Terserah teman-teman percaya teori konspirasi atau tidak, terserah mau bilang pandemi ini hanya hoax," ungkapnya.

Ia kemudian mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan berhenti meremehkan penyakit demi kepentingan bersama.

" Asal jangan meremehkan penyakitnya, demi kesehatan teman-teman sendiri," ungkap dr. Gia mengingatkan.

3 dari 5 halaman

Unggahan dr. Gia tersebut langsung membuat warganet terharu dan prihatin dengan keadaan saat ini.

Banyak warganet yang mendoakan kesehatan dr. Gia dan memberi semangat, sebagian lainnya seperti merasa miris dengan kondisi di Indonesia.

" Semangat dok..., ???????? adekku juga seorang dokter bahkan dia juga pernah tertular covid, tapi alhamdulillah sudah sehat kembali," ungkap salah seorang netizen.

" Dan diluaran sana masih saja ada yg bilang corona itu hoax .. dan yang paling sedih menuduh kami para nakes mengada2 corona karena untuk mendapat uang. Jahat sekali????????," imbuh netizen lainnya.

" Terima kasih, Dok atas pengingatnya. Semoha dokter diberi kekuatan utk mengemban amanah ini. Terima kasih Dokter. Terima kasih tenaga medis. Terima kasih para pahlawan kesehatan. Stay strong," tambah netizen memberi semangat.

 

4 dari 5 halaman

Innalillahi, Dokter Terbaik di Kediri Gugur Karena Covid-19

Dream - Dokter gugur dalam menangani Covid-19 kembali terjadi. Kali ini, dokter yang meninggal berada di Kota Kediri, Jawa Timur.

Dokter tersebut adalah dr Machmud SpBS, ahli bedah syaraf yang berdinas di RSUD Gambiran Kota Kediri. Dia adalah dokter terbaik di kota tersebut.

" Kita kehilangan salah satu dokter terbaik di Kota Kediri," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, dr Fauzan Adima.

Fauzan, yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Gambiran, mengatakan Machmud meninggal dalam perawatan di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Rabu, 9 September 2020 pukul 20.40 WIB.

 

5 dari 5 halaman

Pentingnya Protokol Kesehatan

Machmud sempat dirawat selama tiga pekan akibat terinfeksi Covid-19. Dia dinyatakan positif pada 20 Agustus 2020 dan tercatat sebagai kasus ke-131 Kota Kediri.

" Ini mengingatkan kepada masyarakat jangan pernah meremehkan Covid-19," kata Fauzan.

Fauzan kembali mengingatkan agar masyarakat tetap patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, masyarakat Kota Kediri sudah mulai abai pada protokol kesehatan sementara kasus Covid-19 terus meninggi.

Dia juga meminta masyarakat tidak keluar rumah jika tidak dalam keadaan mendesak. Pemerintah Kota Kediri juga memperhatikan secara serius masih adanya tempat nongkrong yang didatangi masyarakat.

" Jika tidak ada kepentingan mendesak, jangan keluar rumah," kata Fauzan.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Imam Mubarok)

Beri Komentar