Lagi, Tenaga Medis Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19

Reporter : Nur Ulfa
Minggu, 3 Mei 2020 12:54
Lagi, Tenaga Medis Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19
Dokter anastesi RSPI Sulianti Saroso Heri Susilo meninggal dunia

Dream - Kabar duka kembali menyelimuti tenaga medis Indonesia akibat Covid-19. Dokter Anastesi RS Sulianti Saroso, dr Heri Susilo meninggal dunia pada Sabtu, 2 Mei 2020. Kabar duka ini diketahui lewat unggahan instagram @m.bahrunnajach.

" Innalilahi Wa'innaillaihi Rojiun Turut Berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya... Penata anastesi, dr anastesi, perawat ICU, memang paling berhadapan sama pasien covid Semoga Almarhum Husnul khatimah Amin YRA," kata akun tersebut disertai unggaham video.

Dalam video yang diunggah memperlihatkan dokter Heri berada di atas tempat tidur rumah sakit. Dia akan dimasukkan ke ruang ICU dan menjalani tindakan medis.

Awalnya, kondisi Heri tampak dalam keadaan baik. Dia masih sadar dan bisa mengangkat kedua tanganya sebelum masuk ke ruang ICU.


1 dari 5 halaman

Kabar Duka

Rekan-rekan medis yang ada dalam video itu memberikan dukungan agar sembuh dari penyakit. Terdengar pula suara yang ramai memberikan dikungan kepada dokter anastesi itu.

Sayangnya, dia tidak bisa bertahan. Sampai pada Sabtu kemarin pukul 09.00 wib, Heri menghembuskan napas terakhirnya karena virus corona.

Melihat unggahan ini, netizen beramai-ramai memanjatkan doa.

" Tutur berduka cita atas pahlawan kesehatan,"  kata akun jefryjalanjalan.

" So sad semoga khusnul khotimah,"  kata akun andhy_23.

2 dari 5 halaman

Geger Tenaga Medis Ditolak Tinggal di Indekos Kota Malang

Dream - Beberapa surat edaran pengurus Rukun Warga membuat heboh warganet, khususnya di Kota Malang. Surat itu berisi penolakan dokter dan perawat maupun keluarga pasien yang tinggal di indekos.

Surat itu viral setelah viral di sosial media. Unggahan itu berasal dari pesan langsung yang dikirim warganet.

Dalam unggahan itu, terlihat surat edaran mencantumkan kop pengurus salah satu RW di Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

" Di Kota Malang, Sudah ada Dokter Resident Anak dan Dokter Resident Anestesi di Usir dari kos2annya," demikian bunyi salah satu pesan itu seperti diunggah akun instagram @@lambe_turah


.

Surat pengusiran© dream.co.id

Instagram @lambe_turah

Pesan lainnya menyebut, yang mengalami pengusiran merupakan dokter dan perawat di Rumah Sakit Saeful Anwar Malang. Rumah sakit itu memang menjadi rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19.

" Masa masih aja ada diskriminasi buat tenaga medis.. ga cuma dokter.. tenaga medis lain nya yg negkos jg sama," bunyi pesan selanjutnya.

 

3 dari 5 halaman

Klarifikasi Pemkot Malang

Pemerintah Kota Malang memberikan klarifikasi atas beredarnya surat tersebut. Klarifikasi itu disampaikan lewat akun Instagram resmi Pemeritah Kota Malang, @pemkotmalang.

" Terkait surat imbauan RW 02 Kelurahan Klojen, Kota Malang bahwa surat yang dimaksud ditarik dan direvisi," demikian bunyi klarifikasi tersebut.

Surat pengusiran© dream.co.id

Instagram @pemkotmalang

Pemkot Malang menegaskan tidak ada penolakan tenaga medis.

" Pemkot Malang telah menyiapkan empat tempat karantina bagi pemudik dan satu guest house bagi tenaga kesehatan," lanjut pernyataan tersebut.

4 dari 5 halaman

Viral Foto Penumpang Sembunyi di Bagasi Demi Bisa Mudik

Dream - Sejak 24 April 2020 diterapkan kebijakan pelarangan mudik. Para pekerja di kota dilarang untuk kembali ke kampung dengan transportasi apa pun demi mengurangi penularan Covid-19.

Rupanya masih ada yang membandel dan berusaha untuk pulang ke kampung dengan berbagai cara. Sebuah unggahan foto viral di Twitter yang memperlihatkan para penumpang duduk di bagasi bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Para penumpang ini berusaha bersembunyi agar bisa mengelabui petugas. Pasalnya, jika dilihat petugas terdapat penumpang di dalam bus, maka langsung diminta putar balik dan dilarang masuk ke perbatasan tol.

Nekat Mudik© Twitter

Awalnya foto ini diunggah oleh akun @saeval, dalam keterangan foto tertulis kalau gambar itu diambil di kawasan Ciledug. Akun tersebut kemudian dikunci dan diunggah lagi oleh akun @akurommy.

 

 

5 dari 5 halaman

Kronologi

Dari unggahan @akurommy rupanya ada yang memberi penjelasan. Sebenarnya penumpang sendiri yang meminta untuk duduk di bagasi, mereka juga tak mau putar balik. Hal ini agar bus tetap bisa berjalan.

Menurut penuturan akun @JonWiraHutama selepas pos penyekatan, penumpang kembali naik ke tempat duduk dan bus jalan menuju Yogyakarta.

" Bahkan dari PT bus tersebut ada refund beberapa % dari harga tiket dan sebenarnya seluruh penumpang sudah membawa kartu sehat," tulisnya.

 

Beri Komentar