Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Perawat.. (Foto: Pixabay.com)
Dream - Kious Jordan Kelly, seorang kepala perawat di Mount Sinai West Hospital, Manhattan, Amerika Serikat menjadi petugas kesehatan pertama di Kota New York yang meninggal karena virus corona.
Sebelumnya dia dirawat di rumah sakit pada 17 Maret lalu. Tapi kondisi Kelly semakin memburuk sebelum akhirnya meninggal dunia seminggu kemudian.
Pesan terakhir Kelly yang memilukan untuk sang kakak, Marya Sherron, mendapat perhatian luas dari media.
Dalam pesan terakhir itu, Kelly menulis bahwa dia kesulitan untuk bernapas, dan dia ingin tidur saja.
" Tidak bisa bicara karena seperti tercekik dan susah bernapas. Aku sayang Kakak. Mau tidur lagi," bunyi pesan terakhir Kelly kepada kakaknya Sherron.

Lebih dari seminggu setelah pesan terakhir itu, Sherron dan keluarganya menunggu kepulangan jenazah Kelly di rumah mereka di Michigan.
Sherron mengatakan Gubernur Andrew Cuomo secara pribadi pernah menelepon orangtuanya untuk menawarkan bantuan.
Sebuah penerbangan seharusnya sudah berangkat untuk menjemput jenazah Kelly pada Kamis lalu. Namun hal itu tak pernah terjadi.
Akhirnya, orangtuanya terpaksa membawa pulang jenazah Kelly ke Michigan menggunakan mobil biasa.
" Kami yang mengurus semuanya sendiri," kata Sherron kepada Ayman Mohyeldin dari MSNBC.
Sherron yakin adiknya itu tertular virus corona karena di rumah sakit tempatnya bertugas kekurangan Alat Pelindung Diri (ADP).
Karenanya, setelah kematian adiknya, Sherron akan terus memperjuangkan kesehatan dan keselamatan petugas medis yang berada di garis depan merawat pasien Covid-19.
" Saya dan keluarga, atas nama adik saya, akan terus memperjuangkan keselamatan petugas medis di Kota New York," kata Sherron.
(Sah, Sumber: NBC New York)
Dream - Jumlah pasien terinfeksi virus Corona di China semakin meningkat, khususnya di Wuhan, kota pertama yang dilanda wabah mematikan ini.
Data terbaru pada Jumat 31 Januari 2020, virus yang juga dikenal dengan 2019-nCov itu yelah menginfeksi 9.776 orang di sekujur Bumi ini. Sebanyak 213 di antaranya meninggal dunia.
Kasus infeksi virus Corona terbanyak berasal dari Wuhan. Pemerintah China pun terus berupaya mengirim ribuan pekerja medis untuk memerangi virus mematikan tersebut.
Dua rumah sakit dibangun khusus menampung pasien terinfeksi. Rumah sakit pertama dibangun dengan kapasitas mencapai 1000 pasien. Rumah sakit ke dua bisa menampung hingga 1.300 pasien yang terjangkit virus corona.
Ribuan petugas medis berjibaku menyelamatkan warga yang terinfeksi. Foto-foto di bawah ini memperlihatkan persiapan para petugas medis di shift kerja pertama mereka usai di kirim ke Wuhan. Dan juga bagaimana beratnya pekerjaan yang mereka lakukam.
Dilansir oleh boredpanda.com, yuk intip foto-foto perjuangan para petugas medis Wuhan di bawah ini:
Para petugas medis di Wuhan harus rela rambutnya di potong agar meminimalisir penularan virus.

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Petugas medis di China diwajibkan untuk mengenakan seragam proteksi. Mereka juga harus menamai seragamnya masing-masing agar tak tertukar satu sama lain.

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Tak lupa mereka juga mengenakan perlengkapan lain, seperti masker dan kacamata

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Petugas medis di China mendapat tekanan yang luar biasa. Banyak terlihat petugas medis bisa tertidur dimana saja karena kelelahan.

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019

Image credits: Astroboys2019
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya