Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Dream - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemimpin Israel dan Uni Emirat Arab telah membuat kesepakatan damai. Dia menyebut kesepakatan itu dengan normalisasi hubungan penuh dan menilainya sebagai terobosan diplomatik bersejarah.
Dilaporkan CNN, Israel dan UEA berencana bertukar kedutaan besar. Kesepakatan ini akan membuat UEA menjadi negara Timur Tengah ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.
" Kesepakatan ini merupakan langkah signifikan untuk membangun Timur Tengah yang lebih damai, aman, dan makmur," ujar Trump.
" Itu akan dikenal sebagai Abraham Accord," kata Trump menyebut perjanjian itu.
Nama perjanjian itu didapatkan Trump dari Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman. Nama itu dipilih merujuk pada sosok Abraham atau Ibrahim yang merupakan bapak dari tiga agama besar yaitu Yahudi, Kristen dan Islam.
" Saya ingin itu disebut Donald J Trump Accord tetapi saja tidak berpikir pers akan mengerti itu," kata Trump sembari tertawa.
Trump juga menyebut kesepakatan ini membuat Israel akan menangguhkan sementara rencana pencaplokan kawasan Tepi Barat.
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas tegas menolak perjanjian tersebut. Lewat juru bicaranya, Abu Rudeineh, Abbas menyatakan hal itu sebagai bentuk " pengkhianatan terhadap Yerusalem, Al Aqsa, dan perjuangan Palestina."
Pejabat otoritas Palestina bahkan menyatakan tidak mengetahui adanya perjanjian damai antara Israel dengan UEA.
" Tidak. Kami dibutakan. Ini benar-benar intrik penjualan," kata veteran negosiator Hanan Ashrawi.
Sementara juru bicara Hamas di Gaza, Fawzi Barhoum, menyatakan perjanjian damai tersebut adalah serangan dari belakang.
" Normalisasi adalah tusukan dari belakang perjuangan Palestina dan itu hanya mendukung Israel," kata Fawzi.
Terpisah, Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga penguasa de facto UEA, Syeikh Muhammad bin Zayid Al Nahyan menyatakan perjanjian ini akan menghentikan upaya aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya