Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indonesia dinilai perlu melakukan reformasi total untuk mendongkrak bisnis keuangan syariah. Tanpa hal itu, akan sulit bagi mewujudkan ambisinya.
" Sulit melihat Indonesia bisa mencapai target itu tanpa reformasi substansial di bisnis perbankan syariah," kata Global Head of Islamic Finance Moody's, Khalid Howladar seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 10 Juni 2015.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum lama ini mempublikasikan roadmap industri keuangan syariah lima tahun ke depan. Beragam strategi disiapkan OJK mulai dari pemberian insentif hingga program pelatihan dan pendidikan.
Saat ini aset perbankan syariah di Tanah Air baru mencapai 5 persen dari total industri perbankan nasionl. Angka ini jauh dibandingkan Malaysia sebesar 20 persen dan Arab Saudi 50 persen.
Indonesia menargetkan aset bank syariah bisa mencapai minimal 15 persen hingga 2023.
" Secara umum, bank syariah di dunia masih tumbuh positif. Indonesia memiliki banyak potensi namun potensi ini sudah ada sejak lama," kata Khalid.
Persoalan utama yang dihadapi Indonesia adalah rendahnya pengetahun publik terkait pemahanan keuangan syariah.
Roadmap keuangan syariah OJK diantaranya mengatur relaksasi ketentuan pasar modal syariah. OJK juga bakal mengeluarkan aturan baru terkait marging trading, repuchase agreement, dan hedging produk syariah.
Bagi Khalid, kecuali Malaysia, negara-negara muslim di dunia mmang masih menghadapi masalah kurangnya koordinasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya