(Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkirim surat kepada pimpinan DPR-RI untuk pengajuan nama mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Marciano Norman.
Dalam surat itu, Presiden Jokowi juga mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI.
" Tadi malam sudah komunikasi langsung dengan Presiden, pada saat di Solo, yaitu pergantian panglima TNI ke Gatot dan sudah menerima surat termasuk masalah Kepala BIN. Ini yang sudah beliau tunjuk adalah pak Sutiyoso menggantikan pak Marciano," kata Setya Novanto dikutip Dream dari laman Setkab.go.id, Rabu 10 Juni 2015.
Menurut Ketua DPR-RI itu, surat Presiden Jokowi mengenai pencalonan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI dan Sutiyoso sebagai Kepala BIN itu akan dibawa ke rapat Badan Musyawarah.
Kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR-RI dan selanjutnya dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
" Nanti secara prosedur akan fit and proper test di Komisi I. Semua berjalan dan mudah-mudahan semua lancar karena hak preogatif Pak Presiden" . (Ism)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru