Jokowi: Uang Bantuan Pemerintah Jangan Dibelikan Pulsa

Reporter : Ramdania
Senin, 25 Mei 2015 12:15
Jokowi: Uang Bantuan Pemerintah Jangan Dibelikan Pulsa
Pemerintah mengalihkan subsidi energi untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin.

Dream - Presiden Joko Widodo (Widodo) menegaskan agar bantuan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) bisa digunakan sesuai fungsinya masing-masing.

“ Saya titip tolong untuk dipakai untuk yang baik-baik, jangan sampai kayak tadi KIP untuk beli pulsa. Hati-hati kalau ada yang beli pulsa pakai kartu itu langsung kita cabut,” tegas Jokowi saat memberikan bantuan tersebut kepada penerima di Makassar, akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Senin, 25 Mei 2015, penerima kartu disabilitas mendapatkan setiap bulannya Rp 300 ribu, yang diambil per empat bulan. Sedangkan untuk penerima KKS mendapatkan dana Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan.

Sementara, untuk KIP, penerima yang masih duduk di bangku SD mendapat bantuan Rp 450 ribu, SMP sebanyak Rp 750 ribu, dan SMA/SMK masing-masing Rp 1 juta per tahun. Untuk tahun ini, dana KIP diberikan sekitar minggu ketiga bulan Juni.

“ Cukup untuk membeli seragam, membeli sepatu, membeli buku. Harus belajar, kalau nonton TV terus mana bisa pintar,” ujar Jokowi kepada anak-anak penerima KIP.

Untuk KIS, Jokowi mengimbau agar masyarakat penerima kartu ini untuk melakukan pengobatan dasar di Puskesmas terdekat. Namun, jika menderita penyakit parah maka segera memeriksa ke rumah sakit.

“ Kalau sakit kalau yang pegang KIS yang sakit, kalau batuk-batuk, flu, pilek jangan ke rumah sakit, nanti rumah sakit bisa penuh. Kalau sakit ringan itu perginya ke Puskesmas. Kalau nanti batuk, batuknya berat kemudian dicek nanti ada paru-paru yang perlu diperiksa baru dirujuk nanti ke rumah sakit. Yang pegang ini tentu saja tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Beri Komentar