Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Masalah transportasi haji antarkota Madinah-Mekkah beberapa minggu belakangan menjadi perbincangan serius. Pemerintah, yang diwakili Kementerian Agama, menyebut efisiensi anggaran dan tidak adanya dana upgrade bus menjadi masalah utamanya.
Menanggapi pernyataan pemerintah, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Gerindra, Shoqik Mujahhid memiliki alasan mengapa parlemen tidak menyetujui pos dana upgrading bus. Menurutnya, hingga rapat terakhir komisi VIII dengan Kemenag tidak muncul alasan mengenai biaya upgrade bus tersebut.
"DPR tidak mendapat argumentasi yang memuaskan dari Kemenag. Mengapa untuk mendapat bus yang layak harus ada pola sewa bus dan biaya upgrade bus. Kenapa tidak langsung mengontrak bus yang layak saja?" katanya kepada Dream.
Dia menambahkan, saat rapat terakhir itu, Komisi VIII sebetulnya cukup yakin dengan alasan efisiensi pemerintah tanpa meng-upgrade bus. Tapi, tampaknya standar kelayakan bus, jauh dari persepsi parlemen.
"Tampaknya standar kelayakan bus itu di bawah kondisi yang diperlukan, sehingga jumlah bus yang mogok meningkat," terang dia.
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
