7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengusulkan narapidana juga mendapat prioritas disuntik vaksin Covid-19. Sebab, berdasarkan laporan dari Kemenkumham, ada sekitar 300 narapidana terpapar Covid-19.
" Hal ini karena seperti yang kita tahu, mayoritas penjara di Indonesia sudah banyak yang over kapasitas. Hingga para napi tidak bisa jaga jarak dan akibatnya, mereka sangat rentan kena Covid," kata Sahroni, Kamis 18 Februari 2021.
Dia meminta para napi bisa segera disuntik vaksin Covid-19. Mengingat sepadat apa dari keadaan penjara di Indonesia.
" Ini kan karena padatnya tahanan di lapas hingga beresiko menyebabkan penyebaran yang tinggi," ungkap politisi NasDem ini.
Dia berharap usulan ini tak dipandang sebelah mata. Karena bagaimanapun napi tetap mempunyai hak untuk tetap sehat. Salah satunya melalui pemberian vaksin Covid-19 ini.
" Walaupun mereka merupakan tahanan, para napi tetap memiliki hak dari negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Karenanya demi HAM, pemerintah harus prioritaskan vaksinasi para tahanan," kata Sahroni.
Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM, Dodot Adikoeswanto, menyampaikan, masih ada sekitar 300 tahanan di seluruh Indonesia yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.
" Warga binaan kita memang sudah ada yang terpapar Covid-19. Dari kurang lebih 4 ribu sekian seluruh Indonesia, sudah bisa sembuh 3.900, jadi sampai saat ini data kami kira-kira tinggal 300-an yang masih terkonfirmasi positif Covid-19," tutur Dodot saat diskusi virtual, Senin 15 Februari 2021.
Dodot menyebut, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi dan penanganan penyebaran Covid-19 di rutan dan lapas.
Koordinasi juga telah dilaksanakan bersama sejumlah rumah sakit rujukan daerah setempat, khususnya saat ada warga binaan yang terdeteksi terpapar usai tes PCR.
" Ketika ada yang penyakit bawaan, akan kita keluarkan rawat di rumah sakit. Bagi yang tanpa gejala tetap ada di dalam dengan pemisahan atau isolasi terhadap yang sudah terpapar. Kemudian dilakukan threadment dan diberikan vitamin sesuai aturan yang diberlakukan," jelas dia.
Dodot menekankan, hingga saat ini pandemi Covid-19 tidak dapat diprediksi kapan berakhir. Sebab itu Ditjen PAS sangat konsen demi memberikan perlindungan bagi para warga binaan.
" Upaya lain yang kita lalukan yaitu kunjunngan warga binaan masih dilakukan secara virtual. Demikian juga proses persidangan kita koordinasi dengan aparat penegak hukum yang lain untuk melakukan persidangan secara virutal," Dodot menandaskan.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?