Pembatasan Orang Masuk ke Indonesia Efektif Jaring Kasus Positif Covid-19 Impor

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 18 Februari 2021 19:00
Pembatasan Orang Masuk ke Indonesia Efektif Jaring Kasus Positif Covid-19 Impor
Dari pengetatan yang diberlakukan, didapat beberapa orang dari luar negeri yang negatif saat berangkat ternyata positif Covid-19 begitu sampai di Indonesia.

Dream - Sepanjang pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan aturan berkaitan dengan perjalanan internasional. Terjadi beberapa kali perubahan, sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan, aturan perjalanan internasional pertama kali diterapkan pada 26 Juni 2020 yang saat itu masih membolehkan WNA maupun WNI masuk ke Indonesia.

" Tetapi sejak 19 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021 aturannya disesuaikan, ini masih bisa (masuk Indonesia) tetapi ada pengetatan-pengetatan," ujar Wiku dalam diskusi bertajuk 'Perkembangan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Bagi Pelaku Perjalanan Internasional', disiarkan channel YouTube BNPB Indonesia.

Lalu mulai 22 Desember menuju 8 Januari, WNA dari Inggris dilarang masuk Indonesia untuk sementara waktu. Ini menyusul munculnya kasus infeksi virus corona varian baru di Inggris, yang kemudian menyebar ke banyak negara.

" Maka pembatasan untuk WNA dari semua negara dilarang untuk masuk Indonesia dan itu berlaku sampai 14 Januari," kata Wiku.

1 dari 2 halaman

Selain itu juga diberlakukan pengetatan dengan perubahan syarat hasil tes usap PCR sampai beberapa kali. Awalnya, WNA dan WNI yang akan masuk ke Indonesia diharuskan menunjukkan hasil swab test PCR negatif ketika akan berangkat.

Seiring berjalannya waktu, aturan diperketat dengan kewajiban swab test PCR saat tiba di Indonesia dilanjutkan dengan karantina lima hari. Ini bertujan agar tidak ada satupun kasus Covid-19 impor yang terjadi di Indonesia.

" Dengan kita melakukan seperti itu akhirnya kita bisa mendapatkan kasus-kasus yang menggunakan tes sebelum berangkat itu negatif, ternyata sampai di sini dan kita persyaratkan untuk dites PCR, hasilnya positif," kata Wiku.

Wiku juga mengatakan jika cara ini tidak diterapkan, ada banyak orang bebas masuk Indonesia. Ketika mereka kembali ke keluarga atau lingkungannya, dikhawatirkan bisa menyebarkan Covid-19.

" Maka dengan screening pada saat datang di-swab PCR kemudian karantina 5 hari, kemudian di-swab lagi, itu langsung bisa mengetatkan, jangan sampai lolos orang yang positif," kata Wiku.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 2 halaman

Beri Komentar