Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kisah Asmara Dua Lansia Gunungkidul Ini Bikin Haru

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 5 Juli 2019 14:48
Kisah Asmara Dua Lansia Gunungkidul Ini Bikin Haru
Mbah Kiman dan Mbah Sutinah dimabuk asmara meski telah sama-sama di usia senja.

Dream - Cinta tak mengenal usia. Kalimat itu tampaknya tepat disematkan pada dua lansia asal Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kiman Mitro Wiyono atau akrab disapa Mbah Kiman (75) dengan Sutinah (75).

Bak anak muda, keduanya juga terikat hubungan asmara. Uniknya, rasa cinta di antara mereka baru tumbuh ketika sama-sama berusia senja.

Mbah Kiman dan Mbah Sutinah merupakan warga Desa Bendung, Kecamatan Semin. Mereka tinggal di rumah masing-masing yang jaraknya tidak lebih dari 300 meter.

Mbah Kiman tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal. Suatu hari, Mbah Sutinah datang ke rumah Mbah Kiman untuk meminta kayu bakar.

Rupanya, Mbah Kiman merasa ada yang berbeda pada dirinya ketika bertemu dengan Mbah Sutinah. Sejak pertemuan itu, Mbah Kiman jadi rajin bekerja, menyiapkan kayu bakar, serta berdandan.

" Piyambake asring mriki. Menawi wonten mriki, raosipun manah kok ayem (Dia sering datang ke sini. Setiap dia di sini, hati rasanya kok adem)," kata Mbah Kiman, dikutip dari Liputan6.com.

Rasa cinta lalu timbul di hati Mbah Kiman dan Mbah Sutinah. Hubungan asmara mereka pun terjalin dengan tulus dengan niatan kuat untuk saling menjaga.

" Enggak tahu kok merasa senang. Saya jatuh cinta sejak dua tahun lalu. Alhamdulillah mendapat balasan," kata Mbah Kiman.

1 dari 5 halaman

Cinta Hadir di Usia Senja

Mbah Kiman sebenarnya sudah tiga kali menikah. Tetapi, pernikahan tersebut tidak memberikannya keturunan.

Demikian pula dengan Mbah Sutinah. Meski pernah menikah, dia tidak juga dianugerahi keturunan.

Meski tinggal berdekatan, selama ini keduanya sama sekali tidak menyimpan rasa suka. Barulah ketika sama-sama hidup sendiri, keduanya menjadi saling suka.

" Setelah kami saling tahu kalau cinta berbalas, saya sering datang berkunjung ke rumahnya," kata Mbah Kiman.

2 dari 5 halaman

Berkunjung Tak Kenal Waktu

Hubungan antara Mbah Kiman dan Mbah Sutinah juga diketahui warga sekitar. Awalnya, warga memaklumi interaksi yang terjadi antara dua lansia tersebut.

Tetapi, lambat laun kebersamaan keduanya agak membuat gerah. Sebabnya, kunjungan Mbah Kiman ke rumah Mbah Sutinah terkadang tidak mengenal waktu meski tidak sampai larut malam.

" Saya kalau ke rumahnya ya ngobrol. Kami sama-sama butuh teman," kata Mbah Kiman.

Karena sudah cinta, Mbah Kiman pernah menyampaikan niat mengajak Mbah Sutinah menikah. Keduanya pun sadar diri sudah tidak lagi berusia muda.

3 dari 5 halaman

Niatan Menikah

Rupanya, ikatan cinta keduanya begitu kuat hingga tetap merencanakan pernikahan. Meski begitu, motivasi mereka hanya ingin saling menemani dan mengisi kekosongan batin.

Niat itu akhirnya terwujud. Suatu sore, Mbah Kiman diberitahu tetangga untuk datang ke rumah Mbah Sutinah. Mbah Kiman segera berdandan rapi dan menuju rumah Mbah Sutinah.

Sesampai di sana, ternyata warga sudah berkumpul. Termasuk pula kepala dusun maupun ketua RT dan ketua RW.

" Alhamdulillah, kami disarankan menikah," kata Mbah Kiman.

4 dari 5 halaman

Pernikahan Disiapkan Warga

Akhirnya, warga bergotong royong mempersiapkan pernikahan Mbah Kiman dan Mbah Sutinah. Ijab kabul dilangsungkan di KUA Semin, disaksikan warga sekitar.

Mbah Kiman resmi menikahi Mbah Sutinah dengan mahar Rp150 ribu. Mereka pun sah menjadi pasangan suami istri dan menjalani sisa hidup bersama.

Kasi Pelayanan Desa Bendung, Sukirno, membenarkan pernikahan tersebut. Menurut dia, pernikahan dipasrahkan kepada wali hakim karena tidak ada keluarga yang bisa bertindak sebagai wali nikah untuk Mbah Sutinah.

" Warga juga mendukung sepenuhnya pernikahan ini. Daripada kisah cinta kakek nenek ini tak sah secara agama," ucap Sukirno.

Sumber: Liputan6.com/ Edhie Prayitno Ige

5 dari 5 halaman

Lagi, Geger Pernikahan dengan Uang Mahar Ratusan Juta

Dream - Pernikahan menggemparkan kembali terjadi. Kali ini berlangsung di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pasangan mempelai yang menikah diketahui bernama Hj Astuti dengan pria bernama Muh. Ridwan. Uang panai atau mahar pernikahan tersebut sangat besar.

Akun Instagram @makassar_iinfo mengunggah kabar mengenai pernikahan tersebut. Pada unggahan itu, pernikahan berlangsung di Balang Pasui Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara pada Sabtu, 22 Juni 2019.

" Lagi-lagi, seorang gadis di Jeneponto dilamar dengan uang panaik 500 juta," tulis admin.

Tidak hanya itu, ada sejumlah barang lain yang juga diserahkan mempelai pria kepada wanita. Barang-barang tersebut tidak kalah mewahnya.

" Beras satu ton, satu petak sawah, satu ekor kuda dan satu stell emas," tulis admin.

Beri Komentar