Misteri 2 Ton Durian dan Kecelakaan Mandala Airlines di Tahun 2005

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 7 November 2018 16:01
Misteri 2 Ton Durian dan Kecelakaan Mandala Airlines di Tahun 2005
Dibawanya durian dalam pesawat kembali viral pasca insiden Sriwijaya Air.

Dream - Bau durian yang menyengat pada pesawat Sriwijaya Air rute Bengkulu-Jakarta pada Senin, 5 November 2018 menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Sebab, disebut-sebut pesawat itu membawa 3 ton durian.

Penumpang pun meminta maskapai menurunkan durian itu karena bau dan jumlahnya, yang ditakutkan, membahayakan penerbangan.

Informasi dibawanya durian dalam penerbangan telah dijelaskan Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group, Retri Maya. Dia menyebut pengangkutan durian dalam penerbangan Sriwijaya SJ091 itu biasa dilakukan.

Maya menyebut, pengakutan durian dalam jumlah banyak itu dilakukan dengan dikemas dalam kargo dan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bobot muatan durian juga tak sebanyak yang disebutkan. (Baca: Jawaban Sriwijaya Air Soal Pesawat Angkut Durian 3 Ton).

Peristiwa yang menjadi voral itu pada peristiwa pesawat Mandala Airlines, dengan nomor penerbangan RI091. Pesawat berpenumpang 112 orang dan berawak lima orang itu jatuh sesaat setelah lepas landas Senin, 5 September 2005 pukul 09.40 di Bandara Polonia, Medan.

Sebanyak 95 penumpang, lima awak pesawat, dan 49 orang di darat dinyatakan tewas. Desas-desus yang muncul pesawat itu kelebihan berat karena membawa durian sebanyak 2 ton.

Tetapi, dari hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan pesawat itu tidak dikonfigurasi dengan benar saat lepas landas.

" The flaps sekrup jack dan aktuaktor slat tidak dalam posisi diperpanjang ketika ditemukan di lokasi kecelakaan dan diperiksa selama penyidikan," tulis KNKT di laman resminya.

Dalam kondisi itu, pilot seharusnya mengaktifkan peringatan lepas landas (take off warning horn) apabila alat peringatan lepas landas berbunyi.

Dilansir dari laman dw.com, pesawat tujuan Jakarta tersebut jatuh persis di tengah Jalan Jamin Ginting, kawasan permukiman Padang Bulan. Pesawat Boeing 737-200 tersebut mengangkut 117 orang yang terdiri atas 112 penumpang dan lima awak.

Kecelakaan ini merenggut korban sebanyak 95 penumpang, lima awak pesawat, dan 49 orang di darat. Sedangkan, 17 penumpang dilaporkan selamat.

Salah satu korban tewas dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines maut itu adalah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kala itu, Tengku Rizal Nurdin. Jenazah almarhum teridentifikasi dari gigi dan bekas operasi. Rizal Nurdin rencananya akan mengikuti pertemuan rutin para gubernur dengan Presiden Bambang Yudhoyono pada hari itu juga.

Selain Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin, dua anggota Dewan Perwakilan Daerah DPD, Sumatera Utara, mantan Gubernur Raja Inal Siregar, dan Abdul Halim Harahap termasuk dalam daftar penumpang yang tewas.

Proses evakuasi segera dilakukan, melibatkan unsur militer, polisi dan pemerintah daerah. Namun, proses evakuasi berjalan lambat karena terhambat warga kota yang berduyun-duyun mendatangi lokasi untuk menyaksikan kecelakaan pesawat Mandala Airlines tersebut.

Aparat keamanan sudah memasang garis polisi untuk mencegah warga mendekati lokasi kecelakaan. Namun, jumlah aparat keamanan tidak sebanding dengan warga yang terus berdatangan.

(Sah)

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa