Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Evan Dimas Ketika Di Barcelona (sumber: Www.fcbarcelona.co.id)
Dream -Lolosnya tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia ke semifinal Sea Games di Singapura, barangkali tak bisa dipisahkan dari nama Evan Dimas.
Dalam pertandingan terakhir, ia mencetak gol tunggal cantik yang membawa tim sepakbola Indonesia lolos ke semifinal setelah mengalahkan Singapura 1-0.
Lalu siapa Evan Dimas?
Umur Evan Dimas kala itu baru sembilan tahun. Tapi, dia telah membuat orang tuanya kelimpungan. Pasalnya, Evan meminta sebuah sepatu bola yang harganya cukup mahal.
Orang tua Evan saat itu berpenghasilan pas-pasan. Ayahnya, Darmono, dahulu berjualan sayur keliling. Sedangkan ibunya, Ana, hanya ibu rumah tangga biasa.
" Demi anak, akhirnya kami upayakan. Saya ke pasar dan membeli sepatu bola yang harganya Rp 20 ribu. Yang murah-murah saja wis, asal Evan senang," kenang Ana saat ditemui wartawan di rumahnya di Ngemplak, Surabaya.
Ketika itu, Evan baru menjalani pelatihan bola bersama Sekolah Sepak Bola Sasana Bhakti, Surabaya. Menjelang usia 12 tahun, dia kemudian pindah ke SSB Mitra Surabaya. Di sanalah bakat bermain sepak bolanya mulai terlihat.
Penampilan apiknya bersama Mitra Surabaya membuat namanya masuk dalam skuad Surabaya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jawa Timur tahun 2012. Dia dinilai mampu berperan dengan maksimal sebagai gelandang yang memiliki tenaga ekstra.
Sukses di sana, pria kelahiran 13 Maret 1995 bergabung dengan timnas U-17 dan U-19. Ia menjadi kapten di dua tim itu. Pengidola pemain tengah Barcelona, Andre Iniseta ini, berhasil membawa timnas U-19 berhasil menjuarai piala AFF 2014. Bukan hanya berhasil mengalahkan timnas Korea Selatan U-19, kala itu Evan berhasil mencetak hatrick saat mengalahkan timnas Negeri Gingseng itu 3-2.
Postur mungil Evan tak menghalanginya menjadi gelandang tengah aktif dengan daya jelajah tinggi dan tenaga ekstra. Baik kaki kanan maupun kaki kirinya, dikenal " hidup" . Akurasi umpan dan kontrol bolanya pun mumpuni.
Tak salah jika beberapa orang mengatakan Evan mirip dengan Xavi Hernandes, gelandang FC Barcelona. Ditambah, nomor punggung enam yang dikenakan Evan di timnas pun sama dengan nomor punggung Xavi.
Bahkan, ada gosip yang beredar Barcelona ingin mengontrak pemain muda ini. Sayang, jika gosip itu benar Evan tetap tak bisa bergabung dengan Barcelona karena Indonesia sedang terkena sanksi dari FIFA.
Hari ini, ketajaman Evan Dimas akan kembali diuji saat bertemu Thailand di Semi Final Sea Games. Bila dia tak dijaga ketat, barangkali Evan Dimas akan kembali menjadi kartu truf bagi tim nasional sepakbola Indonesia.
Sumber: berbagai sumber
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya