Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Barangkali di bulan Februari, 2012, masyarakat Indonesia tidak banyak mengenal sosok pemain bernama Evan Dimas Darmono.
Kala itu, Evan Dimas adalah kapten Tim Nasional (Timnas) U-17 Indonesia. Meskipun tidak banyak diketahui publik, dia dan rekan-rekannya membawa timnas U-17 Indonesia menjuarai HKFA International Youth Invitation Tournament di Hongkong.
Tak selang beberapa lama, Evan Dimas, mengikuti seleksi Nike The Chance. Dia pun terpilih sebagai wakil Indonesia di Nike The Chance yang sekarang berubah nama menjadi Nike Most Wanted. Dalam gelaran The Chance 2012 itu 100 peserta akan diseleksi menjadi 16 pemain terbaik. Sayangnya, Evan tidak termasuk 16 pemain terbaik itu.
Meski begitu, banyak pengalaman yang didapatkan selama berlangsungnya ajang tersebut. Dia mendapat arahan langsung dari pelatih FC Barcelona kala itu Joseph Guardiola. Bahkan, tim pemantau bakat FC Barcelona pun melirik permainan pria asal Surabaya ini.
Sepulang dari Eropa, Evan Dimas dipanggil kembali oleh mantan pelatihnya di U-17, Indra Sjafrie, untuk memperkuat timnas U-19. Di timnas U-19 inilah sedikit demi sedikit karir Evan Dimas mulai menanjak. Awalnya, bersama timnas U-19 dia menjuarai piala AFF dan AFC U-19.
Puncaknya di tahun 2013, publik mulai mengenal pemain bertinggi badan 163 cm ini saat timnas U-19 menjalani kualifikasi Piala Asia U-19 melawan Korea Selatan. Kala itu, aksi menawan Evan Dimas yang berhasil mencetak hattrick ke gawang Korsel memesona publik. Dia membawa kemenangan 3-2 dan mengantarkan timnas U-19 ke Piala Asia U-19 yang digelar di Myanmar.
Kecermalangan Evan Dimas ketika di U-19 menggoda hati pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, memanggilnya seleksi timnas senior di tahun 2014. Walaupun gagal mengantarkan Indonesia juara Piala AFF 2014, dia berhasil melakukan debut dengan indah. Dia berhasil mencetak gol ke gawang Timor Leste.
Kini, aksi Evan Dimas gelandang timnas U-23 untuk meneror lawan-lawannya kembali ditunggu publik. Dia bergabung di timnas U-23 yang sedang berlaga di cabang olah raga sepak bola, SEA Games 2015, Singapura.
Semalam, dia mencetak gol tunggal dalam laga timnas Indonesia atas Singapura 1-0. Hasil itu juga yang mengantarkan timnas menuju semifinal dan akan berhadapan dengan Thailand, Sabtu, 14 Juni 2015, besok. Dan gol itu merupakan gol ke empat gol dari empat pertandingan timnas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya