Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Video Anak-anak Bermain Penuh Risiko (Foto: Instagram/@makassar_iinfo)
Dream - Laman media sosial heboh dengan sebuah video rekaman tiga bocah berseragam Sekolah Dasar (SD) yang tengah menyeberangi sungai. Bukan di dalam keranjang, ketiga terlihat bergelantungan di sisi keranjang bulat.
Ketiga anak berseragam merah putih itu bergelantungan menyeberangi sungai layaknya fling fox. Melihat video tiga bocah berseragam SD tersebut, banyak netizen yang terkejut dan mengaku miris dengan keadaan tersebut.
Dengan berbagai spekulasi, banyak yang mengaitkan video tersebut sebagai perjuanga anak-anak sekolah di pulau terpencil untk berangkat ke sekolah.
Namun fakta baru disampaikan seorang netizen yang mengetahui lokasi tempat penyeberangan yang dilakukan ketiga bocah tersebut. Dia juga membeberkan fakta sebenarnya dari video itu.
Dilansir dari akun @makassar_iinfo, video berdurasi 29 detik itu berlokasi di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ketiga anak berseragam sekolah itu ternyata sedang asyik memainkan semacam jaring berbentuk setengah bulat yang terbuat dari bambu rotan.
Jaring setengah bulat itu diikat ke tali dan digantung di besi yang terpasang merentangi sungai.

Tak seperti dugaan kebanyakan netizen, ketiga anak itu disebutkan sudah terbiasa bermain permainan yang menantang tersebut.
Pengakuan tersebut disampaikan netizen dengan akun @fm_hasbi yang mengaku mengetahui lokasi dan kejadian sebenarnya dari aksi ketiga bocah itu.
Alat yang mirip fying fox tersebut sebenarnya adalah alat yang digunakan untuk mengangkut hasil panen sawit.
" Ini kejadiannya di Kampar Kiri Prov Riau. Faktanya adalah anak-anak tsb bukan menyeberang untuk bersekolah. Melainkan sedang bermain menggunakan alat yg biasanya dipakai menyeberangkan hasil panen sawit," jelas akun .
Masih dilansir dari akun yang sama, anak-anak itu telah mendapat izin dari pemilik kebun sawit untuk menggunakan alat tersebut sebagai mainan. Selain itu sungai yang ada di bawah merupakan sungai yang dangkal.

Sementara untuk sarana penyeberangan, akun tersebut memastikan sudah ada jembatan yang dibangun untuk melintasi sungai tersebut. Namun keberadaan jembatan tersebut tidak terekam di video itu.
Akun @fm_hasbi juga memastikan tinggi air di sungai itu cukup dangkal
" Sungainya juga dangkal. Dan jembatan sebenarnya juga ada di sisi yang tdk terlihat pada video tsb. Jadi faktanya video ini bukan lah anak-anak SD yg pergi sekolah pakai kereta gantung," lanjut @fm_hasbi,
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam