Wawali Tangsel Pilar Saga Ichsan Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 Juni 2021 13:00
Wawali Tangsel Pilar Saga Ichsan Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya
Diduga Pilar tertular dari tamu yang berkunjung.

Dream - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Dia dinyatakan terpapar Covid-19.

Kabar ini disampaikan oleh Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. Pilar menjalani isolasi mandiri di rumah dinas Wawali Tangsel di Alam Sutera.

" Beliau lagi isolasi mandiri, tapi sekarang kondisinya semakin baik," ujar Benyamin, dikutip dari Liputan6.com.

Benyamin menduga keponakan eks Wali Kota Airin Rachmi Diany itu sudah terpapar Covid-19 antara tiga hingga empat hari lalu. Menurut dia, Pilar sudah tidak lagi mengalami demam tinggi.

" Tinggal batuk saja kalau enggak salah," kata dia.

 

 

1 dari 5 halaman

Perketat Protap Audiensi

Benyamin juga menduga Pilar tertular Covid-19 dari tamu yang berkunjung. Dia mengakui aktivitas Pilar cukup padat dan sering berinteraksi baik dengan masyarakat maupun birokrat.

Dari kejadian ini, Benyamin berencana menerapkan protokol audensi yang ketat. Ini demi menjaga agar tidak ada lagi pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel yang tertular Covid-19.

" Nanti akan kita bikin protap audiensi itu seperti apa, banyaknya orang atau gimananya diperiksa lewat swab," kata dia.

2 dari 5 halaman

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Positif Covid-19: Saya Kena Juga

Dream - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, dinyatakan positif Covid-19. Saat ini dia sedang menjalani isolasi mandiri.

Uu mengunggah status di Facebook terkait kondisinya. Dia positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR pada Minggu, 6 Juni 2021.

" Hari ini saya kena juga," ujar Uu dalam video yang diunggah di Facebook.

Uu sudah mendapatkan dua kali dosis vaksin Covid-19. Dia mengakui menjadi agak teledor lantaran sudah merasa divaksin sehingga abai protokol kesehatan.

" Kata orang lain mah 'mokaha' kata orang Tasik mah," kata dia.

3 dari 5 halaman

Minta Maaf ke Masyarakat

Uu menyatakan selama menjalani isolasi mandiri, dia tetap bertugas membantu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara online. Dengan prosedur kerja online, Uu menilai hal itu dapat membatasinya untuk beriteraksi secara fisik sehingga tidak berpotensi menularkan kembali Covid-19.

" Kami mohon maaf kepada masyarakat seandainya ada jadwal dan janji yang sudah dijadwalkan sebelumnya saya tidak hadir," kata dia.

Lebih lanjut, Uu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap Covid-19. Juga mengingatkan agar selalu mematuhi aturan dan menjaga protokol kesehatan.

" Mohon doa restu, mudah-mudahan saya cepat sembuh supaya saya bisa melaksanakan kegiatan seperti halnya biasa," kata dia.

 

4 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Melonjak, Wakil Wali Kota Bandung Khawatir Faskes & Nakes Kolaps

Dream - Kota Bandung, Jawa Barat, mengalami lonjakan kasus Covid-19. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana sempat mengutarakan kekhawatirannya karena tren peningkatan cukup signifikan.

Menutut Yana, tingkat kekhawatiran itu terindikasi dari eterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung yang sudah menyentuh 79,9 persen dan akan terus meningkat.

" Ini sudah di titik psikologis, menunjukkan bahwa baik fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan sebentar lagi kolaps," ujar Yana, dikutip dari Liputan6.com.

Di balik kekhawatiran tersebut, Yana bersyukur pemerintah sudah memberlakukan larangan mudik pada Lebaran tahun lalu karena bisa menekan kasus COvid-19 bertambah lebih tinggi.

" Saya tidak bisa bayangkan kalau kemarin Pemerintah Pusat dan Daerah tidak membatasi soal mudik. India saja yang sudah terkendali jadi 9.000-an penambahan (kasus positif) per hari," kata Yana.

 

5 dari 5 halaman

Penambahan Kasus Lebih dari 100 per Hari

Dia pun mengaku ngeri dengan kondisi di Indonesia. Apalagi melihat penambahan kasus di Kota Bandung yang meninggi kembali.

" Di Kota Bandung saja sudah lebih dari 100 kasus per harinya, sebelumnya 30-an kasus, sekarang sudah di 101 kasus per hari," ucap dia.

Yana menyebutkan lonjakan kasus terjadi pasca-lebaran. Sementara usai libur lebaran, terdapat tanggal merah yang mungkin dimanfaatkan masyarakat untuk mengambil cuti.

" Kemarin konsentrasi mencegah libur panjang seminggu sebelum lebaran, padahal di tanggal berikutnya ada lagi hari libur yang jatuhnya hari 'kejepit'. Mungkin ada saja orang yang mengambil cuti dan memanfaatkannnya jadi libur panjang," kata dia.

Beri Komentar