Bangunan 3 Lantai Ambruk Akibat Banjir, 11 Tewas

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 Juni 2021 10:00
Bangunan 3 Lantai Ambruk Akibat Banjir, 11 Tewas
Hujan deras sering menimbulkan bangunan di India ambruk.

Dream - Sebuah gedung tiga lantai di Mumbai, India, ambruk akibat banjir yang dipicu hujan deras. Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas dalam insiden ini.

Aparat kepolisian setempat, Ravindra Kadam, mengatakan puluhan personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencari para korban yang masih terjebak. Peristiwa itu sendiri dilaporkan terjadi pada Rabu, 9 Juni 2021.

Hujan muson yang lebat pada siang hari memicu banjir di beberapa bagian Mumbai. Saluran televisi New Delhi melaporkan bangunan itu runtuh menimpa struktur lain di daerah kumuh Malad West di Mumbai.

Warga bergabung dengan petugas pemadam kebakaran dan polisi membantu menyelamatkan orang-orang. Tujuh orang terjebak berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit di daerah pinggiran Kandivali.

 

1 dari 5 halaman

12 Jam Hujan Lebat

Mumbai mencatat curah hujan 222 mm mengguyur dalam 12 jam. Gelombang pasang yang mencapai hingga 4,6 m mencegah air surut, menimbulkan banjir yang menggenangi jalan, rel kereta api, dan lingkungan permukiman.

Runtuhnya bangunan sering terjadi di India selama musim hujan Juni hingga September. Hujan lebat melemahkan struktur fondasi yang dibangun dengan buruk.

Pada 2019, sebuah bangunan tiga lantai runtuh di daerah perbukitan di kota Solan, India utara, setelah hujan lebat dan menewaskan 14 orang. Sebuah bangunan empat lantai runtuh di Mumbai pada tahun yang sama dan menewaskan 10 orang, dikutip dari The Hindu.

2 dari 5 halaman

Covid-19 Belum Mereda, Warga India Sembah 'Dewi Corona'

Dream - Beberapa pendeta Hindu di India bersembahyang harian di depan dua patung baru. Patung-patung itu dinamai 'Dewi Corona', sementara sembahyang yang mereka lakukan diklaim sebagai salah satu upaya menghalau Covid-19 dengan memohon 'keberkahan' dewa.

Dua patung Dewi Corona terpajang di Kuil Kamatchipuri Adhinam yang terletak di selatan Kota Coimbatore, Tamil Nadu. Negara bagian itu terkena dampak Covid-19 sangat parah dengan total 100 ribu kematian dalam kurun waktu empat pekan terakhir.

Pada Selasa, India mencatat 211.298 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam. Sementara kematian bertambah sebanyak 3.847 kasus.

Menurut data Kementerian Kesehatan, India tercatat memiliki beban keseluruhan kasus Covid-19 mencapai 27,37 juta kasus. Sementara total kematian mencapai 315.235 kasus.

Kuil Kamatchipuri Adhinam telah ditutup untuk jemaat karena tingkat infeksi yang tinggi di Coimbatore. Meski begitu, para pendeta tetap menggelar sembahyang dan meletakkan upeti di depan patung, satu terbuat dari kayu cendana dan satunya dari batu.

3 dari 5 halaman

Kuil Khusus Wabah

Mereka juga meletakkan makanan dan sajen lain lalu berdoa memohon agar pandemi segera berakhir. Setelah itu, mereka memandikan patung dengan air kunyit dan susu.

" Kami pernah punya kuil sejenis untuk penyakit cacar dan wabah di masa lalu," kata pengelola kuil, Anandbharathi K.

" Kami menyembah virus dalam rupa dewa dan berdoa kepadanya setiap hari untuk menekan dampak dari penyakit ini," lanjut dia.

Para pendeta Hindu di sebuah kuil India berdoa setiap hari kepada dua dewi virus corona dalam upaya menjinakkan pandemi saat negara itu berjuang melawan gelombang infeksi baru.

Dua patung " Corona Devi" telah dipasang di kota selatan Coimbatore di negara bagian Tamil Nadu, yang terkena dampak parah dalam wabah yang telah menewaskan 100 ribu orang di seluruh negeri dalam empat minggu terakhir.

4 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 di India

India pada Kamis mencatat 211.298 kasus virus korona baru selama 24 jam terakhir, sementara kematian akibat COVID-19 naik 3.847.

Beban kasus keseluruhan negara Asia Selatan sekarang mencapai 27,37 juta, sementara total kematian mencapai 315.235, menurut data kementerian kesehatan.

Kuil Kamatchipuri Adhinam ditutup untuk jamaah karena tingkat infeksi Coimbatore yang tinggi, tetapi para pendeta membayar upeti di depan dewi, yang satu terbuat dari kayu cendana dan yang lainnya dari batu.

Mereka meninggalkan makanan dan persembahan lainnya, mengucapkan doa yang mendesak diakhirinya pandemi dan memandikan berhala dengan air kunyit dan susu.

“ Kami pernah memiliki kuil serupa untuk penyakit cacar, cacar, dan wabah di masa lalu,” kata manajer kuil Anandbharathi K.

“ Kami menyembah virus berupa dewi dan mendoakannya setiap hari untuk mengurangi dampak penyakit ini,” tambahnya.

 

5 dari 5 halaman

Iman Sebagai Jalan Keluar

Ketika jumlah kasus mulai berkurang di sebagian besar India awal tahun, negara berpenduduk 1,3 miliar itu dikejutkan oleh parahnya gelombang pandemi yang akhirnya disebut sebagai tsunami Covid-19. Rumah sakit dibanjiri pasien, menyebabkan kekurangan oksigen dan obat-obatan.

" Bahkan dokter tidak dapat menangani besarnya situasi. Jadi kami beralih ke iman dan Tuhan sebagai pilihan terakhir," kata Anandbharathi.

Para pendeta berencana untuk melanjutkan doa mereka pada patung 'Dewi Corona' hingga tujuh pekan ke depan, dikutip dari Aljazeera.

Beri Komentar