Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Banjir (Merdeka.com)
Dream - Curah hujan tinggi memicu terjadinya banjir bandang di tiga kampung di Kabupaten Bogor pada Senin malam, 17 Mei 2021. Banjir terjadi akibat luapan air Kali Cidanger.
Tiga kampung tersebut yaitu Kampung Curung di Desa Batujajar, Kampung Kadaung di Desa Rengasjajar, dan Kampung Nanggung di Desa Bangunjaya, Kecamatan Cigudeg.
"Ketinggian air sekitar 150 cm," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Adam, dikutip dari Merdeka.com.
Adam mengatakan telah dijalankan proses assesment. Data sementaram terdapat empat rumah yang terendam.
"Tapi belum diketahui mengenai dampak yang ditimbulkan," kata dia.
Saat ini air sudah mulai surut. Adam memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Dari informasi yang dihimpun, tiga kampung yang dilanda banjir berada di kawasan pegunungan dikeliling area tambang batu pecah belah. Terdapat dugaan terjadi kerusakan ekosistem yang membuat daya serap tanah terhadap air menjadi tidak maksimal.
Akibatnya, air sungai mengalami luapan. Sedangkan hujan dengan curah yang tinggi menjadi pemicu terjadinya banjir.
Dream - Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, terendam banjir parah dengan ketinggian permukaan air mencapai 2 meter. Kondisi itu memaksa masyarakat mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau mengimbau masyarakat tetap waspada terjadinya banjir susulan. Terutama kepada masyarakat yang tinggal di hilir.
"Saat banjir terjadi, personel BPBD setempat melakukan kaji cepat dan pendataan dampak di lapangan. Personel menghadapi kendala dalam mencapai lokasi karena lokasi terdampak yang jauh," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis.
Banjir melanda sejumlah desa di tiga kecamatan. Desa terdampak adalah Malinau Hulu dan Pelina Kanaan di Kecamatan Malinau Kota, Long Berangkat, Long Simau, Long Makatip, Long Kebinu, Long Sulit dan Long Semamu di Kecamatan Mentarang Hulu, serta Long Bisai, Paking, Pulau Sapi di Kecamatan Mentarang.
Banjir dipicu curah hujan tinggi sejak Sabtu. Akibatnya, debit air Sungai Funu dan Kenipe di Kecamatan Mentarang Hulu meluap.
"Selain kedua sungai tersebut, debit air Sungai Malinau juga meluap. Ketinggian air banjir antara 30 hingga 200 cm," ujar Raditya.
Peringatan dini cuaca dari BMKG yang terpantau pada info BMKG pada Minggu hingga Senin, 16-17 Mei 2021, menunjukkan potensi hujan ringan di tiga kecamatan tersebut. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana susulan.
"Dilihat pada analisis InaRISK, ketiga kecamatan termasuk 12 kecamatan di Provinsi Kalimantan Utara dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi," ungkap Raditya.
12 kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori tersebut antara lain Kecamatan Sungai Boh, Kayan Selatan, Kayan Hilir, Pujungan, Bahan Hulu, Malinau Selatan, Malinau Selatan Hulu, Malinau Selatan Hilir, Mentarang, Malinau Utara, Malinau Barat dan Malinau Kota.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
