Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kebakaran (Liputan6.com)
Dream - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten, mengalami kebakaran pada Rabu pagi, 8 September 2021. Api mulai melalap bangunan Lapas pada pukul 01.45 dini hari.
Kebakaran ini menimbulkan korban jiwa. Puluhan narapidana dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran.
" 41 meninggal, delapan luka-luka," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.
Menurut Fadil, sebagian narapidana meninggal saat di dalam sel. Sementara korban yang mengalami luka sudah didatangani rumah sakit Lapas.
Fadil menjelaskan lokasi kebakaran berada di Blok C. Blok itu dihuni narapidana dengan berbagai latar belakang kasus seperti pencurian, narkoba, dan pidana umum lainnya.
" Yang terbakar ini Blok C, ada paviliun," kata dia.
Menurut Fadil, terdapat tujuh blok dalam Lapas Tangerang. Rinciannya, Blok A, B, dan C di sisi kiri dan sisanya di sisi kanan.
" Ada 9 kamar, itu letaknya masing-masing cukup berjauhan.
Dari informasi yang diterima Fadil, Blok dihuni lebih dari 100-150 narapidana.
Kakanwil Kemenkum HAM Banten, Agus Toyib, mengatakan dari 41 korban tewas, salah satunya adalah napi terorisme. Napi tersebut terlibat tindak pidana terorisme di Poso.
" 1 orang yang meninggal napi kasus terorisme, kasus di Poso," kata Agus.
Agus mengatakan di Blok C terbagi dalam tiga paviliun. Tetapi, yang terbakar hanya C2 dengan posisi di tengah blok.
Ketika kebakaran terjadi, petugas Lapas sudah membuka pintu. Tetapi, 41 napi tidak berhasil keluar akibat berebut dengan napi lain yang berusaha menyelamatkan diri keluar tahanan.
Sementara Fadil menjelaskan mengenai proses pemadaman api. Menurut dia, api bisa dipadamkan pada pukul 03.00 dini hari.
" Kemungkinan besar kebakaran ini hampir berlangsung selama dua jam lebih," kata dia.
Usai pemadaman, upaya selanjutnya yaitu mengevakuasi korban yang selamat. Setelah itu, dilakukan olah TKP.
" Pada saat evakuasi pertolongan korban, ditemukan ada yang meninggal dunia dan ada yang luka," kata dia.
Dari catatan yang dia terima, 41 korban meninggal dunia, 8 luka-luka, dan 72 luka ringan.
" Luka ringan dirawat di Poliklinik Lapas Tangerang," kata dia.
Fadil mengungkapkan dari hasil TKP, diduga kebakaran dipicu arus pendek atau korsleting listrik. Terdapat jejak arus pendek ditemukan pada lokasi kejadian.
" Tadi saya melihat memang ada, jejak arus pendek listrik dari titik yang diduga sebagai lokasi awal kebakaran," kata Fadil.
Selanjutnya, Fadil mengatakan proses olah TKP masih berjalan. Tim Puslabfori dan Krimum Polda Metro Jaya terus mencari kepastian penyebab kebakaran.
" Kepastian sebab dan sumber api kebakaran nantinya tim yang akan berikan petunjuk lah," kata Fadil, dikutip dari Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya