Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Abu Dhabi, Uni Emirat Arab terus diminati para pembuat film Hollywood sebagai tempat lokasi syuting. Setelah sekuel ketujuh Fast and Furious, kini giliran film Star Wars: Episode VII.
Diberitakan Gulfnews, Jumat 23 Mei 2014, negeri 'petro dollar' itu menjadi lokasi syuting pertama film fenomenal bergenre science fantasy, Star Wars: Episode VII, yang dijadwalkan tayang perdana pada Desember 2015.
Twofour54, divisi komersial Media Zone Authority Abu Dhabi, akan menjadi partner JJ Abrams, sutradara film Star Wars ketujuh ini. Selain Twofour54, JJ Abrams juga mendapat dukungan dari Komisi Film Abu Dhabi.
Ratusan pemain dan kru film Star Wars: Episode VII, baik lokal dan internasional, saat ini tengah melakukan syuting di berbagai belahan Abu Dhabi sejak Januari lalu.
Infrastruktur perfilman yang lengkap dikombinasikan dengan berbagai macam pemandangan gurun diperlukan Star Wars: Episode VII. Syuting film yang dibintangi oleh Harrison Ford diharapkan bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal.
Kathleen Kennedy, presiden Lucasfilm, sangat antusias dengan pengambilan gambar film Star Wars: Episode VII di Abu Dhabi. Menurutnya, Abu Dhabi merupakan tempat yang luar biasa untuk memulai syuting.
Noura Al Kaabi, CEO Twofour54 menambahkan Abu Dhabi telah diakui sebagai pusat industri media dan hiburan terkemuka di kawasan Teluk.
Produser film itu diketahui mendapat diskon 30 persen biaya produksi yang disediakan pemerintah setempat. Program rabat 30 persen biaya produksi ini mulai diluncurkan pada September 2010, sebagai upaya negeri itu menarik para produsen film dan televisi internasional agar mau syuting di sana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya