Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: World Of Buzz
Dream - Kalau belum bersyukur dengan apa yang kamu punya saat ini, cobalah untuk sering-sering menengok ke bawah.
Melihat orang-orang yang jauh berada di bawahmu. Di sinilah kamu akan menemukan titik syukur yang tak terkira.
Penderitaan yang selama ini kamu anggap menyiksa bahkan tak akan terasa saat melihat sulitnya hidup mereka.
Seperti sebuah video yang tengah beredar dan banyak diperbincangkan di media sosial beberapa hari terakhir.
Video itu memperlihatkan seorang kakek tua yang sedang mengais-ngais sampah, berharap temukan makanan untuk mengisi perutnya yang kosong.
Seperti dilansir World Of Buzz, kakek ini merupakan seorang tunawisma di daerah Ipoh, Malaysia.
Sudah banyak orang yang berusaha menolong dengan memberikan uang namun kakek itu menolaknya.
Seorang netizen yang tampaknya mengetahui latar belakang kakek ini mengatakan bahwa sang kakek sedari kecil memang sudah miskin.
Ditambah ia memiliki penyakit mental yang tak pernah diperiksakan ke dokter karena kedua orang tuanya tidak mampu.
Berikut videonya:
Dream - Seorang siswa tidak akan pernah melupakan jasa besar guru-gurunya. Ilmu dan restu dari gurulah yang mengantarkan siswa meraih kesuksesan di masa depan.
Seorang guru asal Ipoh, Malaysia, biasa dipanggil Ibu Lew, membagikan kisah harupercakapannya dengan siswa yang pernah diajarnya.
Dikutip dari World of Buzz, 17 tahun lalu Ibu Lew mengajak seorang murid pulang ke rumahnya. Dia bermaksud memberikan kelas tambahan bagi siswa itu.
Orangtua siswa itu tidak punya uang untuk membayar guru privat yang membantunya belajar. Sementara, siswa itu memiliki ketidakmampuan dalam belajar dan hasilnya selalu buruk.
Suatu hari, ibu dari siswa itu datang ke rumah Ibu Lew untuk menjemputnya. Tetapi, Ibu Lew tidak menemukan anak itu.
Rupanya, anak itu bersembunyi di dapur. Saat ditemukan Ibu Lew, pipi anak itu menggembung dan mulutnya penuh dengan bubuk minuman coklat.
Karena panik, siswa itu hampir menangis. Ibu Lew langsung membersihkan wajah anak itu dan mengantarkannya ke ibunya.
Sejak saat itu, Ibu Lew selalu memberikan bubuk minuman coklat sebagai penghargaan setiap kali siswa itu menunjukkan hasil yang baik dalam belajar. Ide ini bertahan hingga tiga tahun kemudian.
Pada 16 Juni lalu, Ibu Lew mendapat pesan telepon dari siswanya yang dibimbingnya. Terjadilah percakapan penuh haru antara guru dengan siswanya.
Dalam pesannya, siswa itu bertanya apakah Ibu Lew masih mengingatnya. Dia memberikan kata kunci bubuk minuman coklat yang sangat disukainya.
Ibu Lew langsung ingat peristiwa 17 tahun lalu. Dia lalu bertanya bagaimana kabar siswanya itu.
" Sekarang saya adalah insinyur di Amerika Serikat. Orang pertama yang ingin saya lihat setelah saya pulang adalah ibu, guruku," kata siswa itu.
Ibu Lew terharu dan memberikan balasan lucu. " Kamu tidak akan membayar saya dengan lusinan kaleng bubuk minuman coklat, kan?" terang Ibu Lew.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya