Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesan Dan Peringatan Tentang Bahaya Virus Corona Yang Nyata. (Foto: Instagram Joshua Irwandi)
Dream - Meninggal dunia akibat sakit Covid-19 merupakan jalan kematian yang memang sangat menyedihkan.
Tidak ada lagi cium sayang terakhir dari keluarga. Tak ada lagi kunjungan terakhir dari handai taulan.
Yang ada hanyalah beberapa petugas rumah sakit yang ditugaskan untuk mengurus jenazah untuk proses pemakaman.
Jasad pasien Covid-19 diurus sesuai prosedur yang ketat. Tubuh yang sudah kaku itu dibungkus plastik dengan rapat.
Setelah itu dimasukkan ke dalam kantong mayat. Ini mencegah cairan tubuh keluar dan virus menginfeksi orang di dekatnya.
Masih belum cukup, kantong mayat itu akan dimasukkan ke dalam peti mati yang tertutup rapat sebelum dibawa ke makam.
Keluarga dan handai taulan hanya bisa menyaksikan proses pemakamannya dari jauh. Hanya 1 atau 2 orang yang diperbolehkan melihat proses pemakaman dari dekat. Itu pun jika kondisi memungkinkan.
Baru-baru ini seorang fotografer Indonesia Joshua Irwandi membagikan foto seorang pasien Covid-19 yang meninggal di Instagram.
Menganggap sebagai sesi foto yang paling menyeramkan sekaligus memilukan, Joshua mengirim pesan dan peringatan lewat foto tersebut.
Joshua ingin agar orang-orang sadar bahwa virus corona ini sangat nyata dan berbahaya. Virus corona tidak boleh dianggap ringan.
Foto itu merupakan dedikasi dan kontribusi Joshua untuk para tenaga medis dan dokter yang telah bekerja keras merawat pasien Covid-19.
Dalam foto tersebut, tampak sosok jasad pasien Covid-19 yang terbujur kaku di atas tempat tidur rumah sakit.

Kondisi kamarnya sedikit redup karena hari telah masuk malam. Selain kain kafan, mayat pasien Covid-19 itu juga dibungkus plastik. Siapa pun yang melihat foto ini, pasti akan merasa seram sekaligus kasihan.
Menurut Joshua, foto ini akan dimuat dalam sebuah artikel yang akan tayang di National Geographic Magazine edisi Agustus 2020 mendatang.
Sumber: Siakapkeli.my
Lihat postingan ini di Instagram
Mengambil foto korban virus corona di Indonesia merupakan sesi fotografi yang paling menyayat hati dan menakutkan yang pernah saya buat.
Dalam hati saya ketika itu, saya hanya berpikir apa yang terjadi pada orang ini mungkin juga terjadi pada mereka yang saya sayangi, kita sayangi.
Saya telah saksikan bagaimana para dokter dan perawat tak kena lelah mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan nyawa kita.
Mereka merupakan hero sebenarnya dalam kisah ini, dan satu-satunya cara untuk menghargai kerja mereka ialah dengan mengikuti nasihat mereka.
Kita merasa gambar ini penting untuk dibuat agar kita bisa memahami dan menghubungkan dampak virus corona yang merusak terhadap manusia.
Foto ini dibagikan di sini sebagai pesan dan peringatan tentang bahaya virus corona yang selalu mengintai kita.
Untuk mengingatkan harga yang harus dibayar jika pemerintah di dunia membiarkan masalah itu terus berlanjut.
Senyampang kita menuju pandemi gelombang kedua, orang-orang harus sadar mereka tidak boleh menganggap ringan masalah ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya