Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sadis! Ibu Tiri Jadi Dalang Kasus Asusila di India

Reporter : Sugiono
Minggu, 9 September 2018 08:01
Sadis! Ibu Tiri Jadi Dalang Kasus Asusila di India
Para pelaku yang notabene masih saudara korban yang berusia sembilan tahun.

Dream - Polisi India telah menangkap enam orang yang diduga terlibat kasus pemerkosaan dan pembunuhan gadis berusia sembilan tahun di Kashmir.

Yang mengejutkan adalah korban diperkosa beramai-ramai sebelum dibunuh oleh para pelaku yang notabene masih saudaranya.

Parahnya lagi, dalang dari pemerkosaan dan pembunuhan sadis itu tak lain adalah ibu tiri gadis itu. Dia menyuruh putranya yang berusia 14 tahun dan tiga orang lainnya untuk memperkosa korban di depannya.

Polisi mengatakan mayat gadis itu ditemukan pada hari Minggu di sebuah hutan di distrik Baramulla. Dari keterangan para pelaku, korban disiksa dan tubuhnya disiram dengan cairan asam.

1 dari 2 halaman

Alasan Pelaku Bertindak Brutal dan Kejam

Dream - Kasus ini mengingatkan pada kisah ibu tiri yang digambarkan kejam kepada anak tirinya. Kata polisi, ibu itu diduga kesal karena gadis itu sangat disayang oleh ayahnya.

Polisi mengatakan kepada BBC Urdu, gadis itu sebelumnya hilang selama 10 hari sebelum mereka menemukan jasadnya.

" Pelaku menaruh dendam terhadap istri kedua suaminya, dan anak-anaknya," situs berita NDTV mengutip pernyataan polisi Mir Imtiyaz Hussain.

Salah satu pelaku, seorang pria berusia 19 tahun, kemudian memutilasi tubuhnya.

 

2 dari 2 halaman

Bukan Sekali di India

Dream - Kekerasan seksual sering terjadi di India. Pemicu awal kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang mahasiswa berusia 23 tahun di sebuah bus di ibukota Delhi pada tahun 2012.

Kejadian itu memicu protes keras dan memaksa pemerintah India untuk mengeluarkan undang-undang tentang anti-pemerkosaan yang lebih tegas, termasuk hukuman mati.

Namun, serangan terhadap wanita dan anak-anak tetap berlanjut hingga sekarang di seluruh negeri tanpa ada usaha dari pemerintah untuk menghentikannya.

(ism, Sumber: BBC.com)