Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Supercool Ceola Waddell, Jr. Dan 'rumah Mewah' Miliknya (Sumber: Metro.co.uk)
Dream - Ketika dunia memberimu lemon, buatlah limun. Ketika dunia memberimu jalan layang bawah tanah (underpass), buatlah rumah.
Kata-kata itulah yang dipegang oleh seorang gelandangan asal Los Angeles, Amerika Serikat, bernama Supercool Ceola Waddell, Jr.
Gelandangan berusia 59 tahun tersebut menggunakan trotoar di bawah jalan layang untuk membangun rumah.
Waddell telah menempati trotoar di bawah jalan layang itu dalam enam bulan terakhir ini. Tetapi, sebagai gelandangan dia punya perlengkapan dan gaya hidup yang cenderung mewah.
© Dream
Dilansir dari laman Metro, gelandangan itu punya toilet, sofa, tempat tidur dan bahkan jacuzzi. Tempat tinggal yang mewah itu dia beri nama 'Paradise Lane' atau Surga Jalanan.
Selain menggunakan sebagai tempat tinggal, tak jarang Waddell menggunakan 'rumah' jalanannya itu untuk disewakan. Dia memiliki 'ruang cadangan' dan tenda seharga US$25 (Rp339 ribu) seminggu untuk tunawisma lain.
Tetapi, menyewakan 'ruangan cadangan' dan tenda bukan satu-satunya penghasilan yang dia miliki. Dia juga kerap berjualan dan meminta imbalan kepada orang-orang yang mengajaknya berfoto.
" Saya memutuskan hidup dan tinggal bersama orang-orang lain, membuatku menghasilkan sesuatu yang baik dan keinginan untuk pulang," ucap dia kepada LA Times.
© Dream
Meski begitu, impian untuk hidup dalam kemewahan ala jalanan itu harus was-was lantaran pejabat kota akan meruntuhkan 'rumahnya'. Sebetulnya pihak berwenang Los Angeles telah menawarkan bantuan, namun dia tolak.
Dalam keterhimpitan keadaan dia ingin membuktikan pada pemerintah kota, mengenai wajah tunawisma yang selalu hidup kumuh.
" Saya menolak pemerintah kota mengalahkan saya karena tampilan seorang tunawisma, yang hidup dalam kardus," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya