Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Gempa (Foto: Shutterstock)
Dream - Gempa berkekuatan besar, 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang pulau Mindanao, Filipina, Sabtu, 29 Desember 2018. Peringatan munculnya gelombang tinggi dan berbahaya juga sudah dikeluarkan otoritas terkait.
Laman RT.com seperti dikutip Liputan6.com, melaporkan The NWS Pacific Tsunami Warning System telah merilis peringatan gelombang tinggi dan berbahaya untuk semua pantai yang berjarak 300 km dari titik gempa.
" Gelombang tsunami bisa saja terjadi di pantai yang berjarak 300 km dari pusat gempa," demikian bunyi peringatan tersebut.
Radius ini pun tak hanya mencakup wilayah Filipina Selatan saja. Namun juga termasuk kawasan utara Indonesia, yaitu Sulawesi.
Instansi pemerintah Filipina telah disarankan untuk memberi tahu populasi di daerah pesisir tentang risiko adanya tsunami.
Pemerintah juga disarankan untuk menginstruksikan warga tentang prosedur evakuasi yang relevan, tergantung pada tingkan ancaman.
Jika ancaman ini benar-benar terjadi, maka Pulau Game dan Tabukan Tengah (Indonesia) serta Davao (Filipina) akan mengalami gelombang tsunami dalam waktu satu jam.
Sementara Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono kepada wartawan, memastikan genpa Filipina tidak berpotensi memicu tsunami di wilayah Indonesia.
Dia menambahkan, episenter gempa terletak pada koordinat 5,85 LU dan 126,81 BT. Tepatnya di laut pada jarak 201 km arah timur laut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 69 Km
" Ditinjau lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak gempa ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menunjam ke bawah Pulau Mindanao, Filipina," terang dia.
Gempa Filipina ini dirasakan di Provinsi Davao Oriental dan Davao Ocidental, Filipina dalam skala intensitas V MMI. Sementara itu gempa ini juga dilaporkan masyarakat dirasakan di wilayah Indonesia.
" Seperti di Melonguane Kepulauan Talaud dalam skala intensitas IV MMI, Tahuna, Kep. Sangihe intensitas III-IV MMI, Siau Sitaro, Tobelo, Morotai intensitas III MMI, sedangkan Manado, Ternate, Jailolo intensitas II MMI," ujar Rahmat.
Kepada masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya