Biaya Pemulangan Jenazah Keluarga Aa Jimmy Capai Rp14,5 Juta

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 28 Desember 2018 20:47
Biaya Pemulangan Jenazah Keluarga Aa Jimmy Capai Rp14,5 Juta
Biaya itu meliputi proses pemandian, pengkafanan dan formalin.

Dream - Munculnya dugaan pengutipan uang untuk pengambil jenazah korban Tsunami Banten ternyata dialami keluarga komedian terkenal Aa Jimmy. Pihak keluarga harus menebus biaya Rp14 juta untuk membawa pulang jasad pria yang bernama asli Heriyanto tersebut. 

Proses pemulangan jenazah yang diurus oleh Manajemen band Wali melalui Wali Care membeberkan kalau pihaknya sempat dimintai sejumlah uang oleh seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kabupaten Serang, Banten itu.

Tak hanya Aa Jimmy, Sekjen Wali Care, Andy Kristianto mengatakan, biaya mengurus pemulangan jasad keluarga Aa Jimmy yang menjadi korban tsunami Anyer yaitu Hati Nur Illah (Istri Aa Jimmy), Naisya Rafani Aradhia (anak Aa Jimmy), juga dikenakan biaya.

Pungutan yang sama dikenakan untuk mengurus pemulangan jenazah Julia Resnania (manager Grup Jigo), Meyuza (istri Ade Jigo).

Namun saat mengurus korban terakhir dari keluarga Aa Jimmy, Radea Putri Anindita yang ditemukan belakangan, pihak rumah sakit menggratiskan seluruh biaya. Diduga, pengelola rumah sakit tidak meminta biaya karena sudah ramai pemberitaan terkait hal tersebut.

Andy menuturkan, pada 25 Desember 2018, rumah sakit mematok biaya sebesar Rp2,3 juta untuk proses pemandian, pengkafanan dan formalin. Sementara untuk jenazah yang menggunakan keranda dibebankan biaya Rp4,5 juta.

" Total uang yang kami keluarkan semuanya Rp 14,5 juta," ujar Andy dikutip dari laman

Andy melanjutkan, Wali Care juga tidak mengetahui secara pasti mengapa proses pemulangan jenazah Putri Anindita digratiskan oleh rumah sakit sementara yang lain bayar.

" Kami nggak tahu bayar atau tidak. Kami juga bingung, kemarin bayar tapi besoknya nggak bayar. Pada prinsipnya kami tidak ingin memperlama jenazah, jadi kami tidak berpikir gratis atau bayar," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Polisi Turun Tangan

Dugaan adanya pungutan liar itu kini tengah diselidiki polisi. Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, kasus ini tengah ditangani oleh polda yang tadinya ditangani oleh Polres Serang.

" Perkara itu, dilimpahkan ke polda betul," kata Tohir.

Ia menjelaskan, penyidik saat ini masih memintai keterangan pihak rumah sakit dan para saksi.

" Belum ada tersangka. Semua sedang diperiksa dulu dalam tahap penyelidikan. Kalau sudah dilakukan penyelidikan, dan bila ditemukan adanya tindakan pidananya akan kita naikan ke penyidikan. Setelah itu akan diperiksa periksa lagi, kita gelar perkara. Barulah naik ke tersangka," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Geger Ambil Jasad Korban Tsunami Dipungut Biaya, Muncul Pengakuan Baru

Dream - Munculnya kabar biaya tinggi untuk pengantaran jenazah korban tsunami yang ditetapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Derajat Prawiranegara, Kabupaten Serang, ternyata dikeluhkan sejak lama.

Di hari biasa, ada pihak yang mematok biaya pengantaran jenazah. Untuk kisaran 10 kilometer pengantaran dikenai biaya Rp500 ribu.

Dilaporkan Merdeka.com, warga Ciruas, Anton, mengalami nasib serupa. Saat membawa pulang jenazah ayahnya yang berada di sekitar Kabupaten Serang, dia dipungut biaya sebesar Rp500 ribu.

" Iya, cuma dekat masih Kabupaten Serang juga. Anton kan di Ciruas. Kena Rp500 ribu," ujar Anton.

 Kuitansi pembayaran pengantaran jenazah

Kuitansi pembayaran pengantaran jenazah

 

 

 

 

 

3 dari 3 halaman

Plt Kepala RS Bantah Ada Biaya

Biaya itu dia nilai cukup besar. Sebab, sebelumnya dia juga membayar biaya perawatan sang ayah.

" Kita juga lagi dapat musibah bapak meninggal. Sebelumnya juga dirawat," ucap dia.

Plt Kepala RSUD dr. Derajat Prawiranegara, Sri Nurhayati, baru mengetahui adanya pungutan tersebut. " Saya baru tahu dari Mas. Harusnya tidak boleh ada pungutan. Tapi, saya akan pastikan dulu," ujar Sri.

Sumber: Merdeka.com/Dwi Prasetya

 

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa