Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Gempa Guncang Ambon, Maluku (Foto: Instagram @infobmkg)
Dream - Dua gempa mengguncang bumi Maluku. Kedua gempa berada di kedalaman dangkal yakni 10 kilometer.
Seperti dilaporkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi sekitar pukul 06.46 WIB, Kamis 26 September 2019.
Gempa pertama berkekuatan Magnitudo (M) 6,8 berada di lokasi 3.38 LS-128.43 BT. Gempa diketahui berpusat di sekitar 9 km Tenggara arah Kairatu-SBB, atau 32 km Baratlaut Saparua-Maluku Tengah. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km.
Tak berapa lama, terjadi gempa kedua di lokasi yang hampir berdekatan. Gempa kedua terjadi sekitar pukul 07.39 WIB. Gempa kedua berkekuatan Magnitudo 5.6 berada di lokasi 3.63 LS, 128.36 BT.
Episentrum gempa berada di sekitar 18 km Timur Laut Ambon, Maluku. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.
" Tidak berpotensi tsunami," tulis akun resmi instagram @infobmkg. Hingga kini belum dilaporkan kerusakan dan korban akibat dua gempa yang mengguncang bumi Maluku tadi pagi. (ism)
Dream - Dua lindu yang berpusat di Laut Jawa, Kamis 19 September 2019, pada pukul 14.06 WIB dan 14.31 WIB merupakan gempa bumi langka. Gempa bumi tersebut dianggap langka karena dampak getaran dirasakan hingga Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan Bandung, Jawa Barat.
" Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=6,1 dan Mw=6,0," demikian pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat 20 September 20119.
Menurut BMKG, pusat gempa pertama terletak pada koordinat 6,1 Lintang Selatan dan 111,86 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 kilometer arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah pada kedalaman 620 km.
Gempa ke dua, berpusat pada koordinat 6,24 Lintang Selatan dan 111,84 Bujur Timur, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 kilometer arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada kedalaman 623 km.
" Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dalam (deep focus earthquake) yang dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di kedalaman tersebut."
Menurut BMKG, kedua gempabumi ini dirasakan di Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Gempa ini juga terasa hingga Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, Lumajang, Tuban, Trenggalek, Surabaya, Bandung II- III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
" Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami."
BMKG menilai, gempa yang berpusat dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer merupakan fenomena alam yang menarik karena jarang terjadi.
" Gempa ini dirasakan dalam wilayah yang luas dari Bandung hingga Lombok."
Luasnya daerah yang merasakan getaran gempa ini disebakan hiposenternya yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas.
" Patut disyukuri bahwa gempa tidak berdampak merusak, karena kedalaman hiposenternya yang sangat dalam sehingga energinya sudah mengalami perlemahan setelah sampai di permukaan Bumi."
Meskipun tidak berdampak, tulis BMKG, gempa ini sangat menarik untuk dikaji untuk kemajuan sains kebumian. Gempa ini juga menjadi bukti bahwa aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di kedalaman 500 kilometer di bawah Laut Jawa masih aktif.
" Di bawah Laut Jawa tersebut Lempeng Indo-Australia menunjam dan menukik curam hingga kedalaman lebih dari 600 kilometer."
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan