Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Merdeka.com)
Dream - Aktivis sekaligus penulis buku 'Membongkar Gurita Cikeas', George Junus Aditjondro telah berpulang ke pangkuan sang Ilahi.
George menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Bala Keselamatan, Pali, Sulawesi Tengah sekitar pukul 05.45 WITA, Sabtu 10 Desember 2016.
Meninggalnya pria yang pernah menjadi wartawan itu pun membuat netizen ikut berduka. Di akun Twitter pribadi Menteri Tenaga kerja (Menaker), Hanif Dhakiri menulis ucapan bela sungkawa atas meninggalnya George.
" Duka mendalam wafatnya seorang tokoh reformasi. Guru&mentor politik sy semasa mahasiswa di Salatiga: George Junus Aditjondro. Rest in peace," tulis Hanif di akun @hanifdhakiri seperti dikutip Dream.
Selain itu ada akun wartawan senior Ulin Ni'am Yusron juga ikut memberikan ucapan duka cita.
" Berita lelayu. Telah meninggal dunia DR. George Junus Aditjondro pagi ini sekitar pk 5.45 WITA di Palu. Selamat jalan Mas GJA," tulis Ulin di akun @ulinyusron.
Seperti diketahui, pria Kelahiran Pekalongan, 27 Mei 1946 itu dikenal sebagai aktivis yang rajin mengkritik pemerintahan. Pikirkan kritisnya dimulai pada massa pemerintahan Presiden Soeharto menggenai kasus korupsi dan Timor Timur.
Akibat sikap kritisnya itu, ia harus angkat kaki dari Tanah Air lantaran dicekal oleh pemerintahan Soeharto, selama pencekalan itu ia tinggal di Australia dari 1995 hingga 2002. Surat cekal tersebut dikeluarkan pada 1998.
Sepulangnya dari Australia, ia sempat menulis beberapa buku yang ia rangkum dari internet. Selain itu, ia pernah membuat buku kontroversial pada akhir 2009 dengan menulis judul 'Membongkar Gurita Cikeas: Di balik Skandal Century'.
Kini, jasadnya memang telah meninggalkan orang-orang yang mencintainya. Tapi, sikap dan pemikiran kritis George akan selalu diingat oleh setiap orang yang mengenalnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya