Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seruan Pilkada Damai Para Tokoh Lintas Agama (dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan digelar hari ini, Rabu, 9 Desember 2015. Proses pemilihan calon pemimpin daerah untuk masa bakti 2015-2020 itu akan berlangsung di sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota.
Terkait pelaksanaan Pilkada ini, beredar ajakan kurang menyenangkan untuk mengambil posisi golongan putih (Golput). Ajakan itu berasal dari salah satu ormas Islam.
Menanggapi ajakan ini, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tak memersoalkan mengingat Golput adalah pilihan pribadi. Tapi, jika ajakan Golput diserukan ke khalayak umum, hal itu menjadi persoalan lain. Para pemilik Golput juga diangap tidak mempunyai hak mengkritik pemerintah.
" Ya itu (Golput) silakan, hak. Tapi, jangan ajak-ajak masyarakat yang lain. Jadi kalau kelompok semacam ini ada masalah dengan negara, jangan kritik-kritik, sebab mereka tidak ikut proses," ujar Din di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2015 kemarin.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yusnar Yusuf. Dia menilai sikap dan ajakan untuk tidak memilih pemimpin itu justru akan merontokkan proses demokrasi yang sudah dibangun.
" Kalau tidak suka dengan sistem demokrasi di Indonesia, ya keluar saja," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya