Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(dailystar.co.uk)
Dream - Rusia sepertinya serius untuk menggelar perang nuklir dengan meluncurkan pesawat khusus bernama Doomsday Plane yang konon 'tak terkalahkan'.
Pesawat yang berfungsi sebagai pusat komando udara itu dilaporkan siap untuk dioperasikan bulan ini. Doomsday Plane atau Pesawat Kiamat akan memungkinkan Rusia mengontrol angkatan bersenjata dan pemerintahannya jika bencana global atau perang nuklir benar-benar terjadi.
Militer Rusia bahkan telah menyelesaikan uji coba pusat komando udara yang dimodifikasi dari pesawat super Ilyushin Il-80 itu. Dan pihak militer Rusia melontarkan sesumbar bahwa pusat komando bergerak itu tidak bisa dihancurkan.
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memerintahkan Doomsday Plane, agar siap dalam dua minggu sebagai bagian dari persiapan perang Negeri Beruang Merah menghadapi Turki - dan juga NATO. Termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Sebelumnya, ramalan Yahudi yang dibuat pada 200 tahun yang lalu oleh Elia ben Shlomo Zalman meramalkan, Rusia dan Turki akan terlibat perang besar yang diklaim akan menjadi akhir dunia.
Doomsday Plane memungkinkan pemimpin tertinggi militer Rusia untuk mengatur strategi perang dan memberi perintah kepada ketiga matra darat, laut, udara - termasuk meluncurkan rudal nuklir yang menakutkan.
AS adalah satu-satunya negara lain di dunia yang memiliki fasilitas setara dengan milik Rusia.
Aleksandr Komyakov, direktur umum tim peneliti di belakang proyek Doomsday Plane, mengatakan pesawat super itu 'tak terkalahkan'.
" Pusat komando yang dibangun di daratan akan mudah dihancurkan, sementara pusat komando udara merupakan target yang sulit untuk diserang karena bergerak terus menerus. Amerika juga punya pesawat sejenis ini," katanya.
Dia mengatakan tugas utama Doomsday Plane adalah 'membangun jaringan komunikasi komando dalam keadaan sangat tidak menguntungkan, seperti ketika infrastruktur di darat musnah atau hancur'.
Sementara itu, Putin, perlahan tapi pasti telah membelanjakan uang besar-besaran di bidang pertahanan untuk menggantikan peralatan perang usang peninggalan era Soviet dengan yang lebih modern.
Rusia bahkan sudah meluncurkan satelit militer sebagai bagian dari persiapan Perang Bintang atau Star Wars sesungguhnya menghadapi AS pada bulan lalu.
Tugas satelit militer itu adalah pengintaian dan sanggup mengarahkan kapal, pesawat, drone dan bom serta rudal ke target mereka.
(Ism, Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya